Darahnya dan Air Mataku yang Mengalir Akibat Ketidaksabaran Mereka

Subhanallah.. Allah memang Maha Sempurna.. Maha Berencana.. Maha Berkehendak.. Rencana-rencana yang kubuat dengan sempurna ternyata tidak sempurna di mata Allah. Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik dan lebih berharga. Alhamdulillah..πŸ™‚

Awalnya, aku berpikir bahwa setelah sidang semua urusan beres. Ternyata, aku masih harus mencari referensi untuk revisi skripsi. Dosen menyarankan aku untuk mengunjungi toko buku yang ada di Jl. Supratman. Katanya sih buku-buku kependidikan sangat lengkap di sana. Aku harus mencari buku mengenai metodologi penelitian pendidikan kualitatif dan kuantitatif. Hhh.. aku pun sedikit mengeluh.

“Yaa.. anggap aja jalan-jalan..,” aku menghibur diri.

Kegiatanku akhir-akhir ini sangat menguras tenaga dan pikiran, sehingga tubuhku cepat lelah. Ditambah lagi dengan masalah-masalah pribadi yang cukup memberatkan bagi seorang wanita sepertiku. Akibatnya, aku sering sekali ketiduran di angkot. Waktu perjalanan menuju Cicaheum, aku tidur di angkot dengan pulasnya. Sampai akhirnya seorang ibu membangunkan aku.

“Neng, tos dugi.” (Huuwwaaaaa……… maluuuuuuu……tapi tetep PD)

Setelah itu, aku pun naik angkot yang menuju Ledeng. Ya, angkot ini bisa mengantarkan aku sampai tepat di depan toko buku itu. Sesampainya di toko buku, semangatku perlahan muncul. Tempatnya lumayan asik, adem, dan koleksi bukunya juga banyak. Waaah.. Pokoknya, aku mendadak merasa jadi orang pintar ada di sana. (Hihihi..)

Setelah aku menemukan buku yang aku cari, aku iseng-iseng melihat koleksi buku yang lain. Sampailah aku di depan rak buku-buku motivasi. Allah membimbing langkahku hingga mataku tertuju pada sebuah buku yang berjudul “Ketika Wanita Harus Bersabar” karya Malahayati, S.Psi.

“Wah, kayanya cocok nih buat mengobati kondisi dini saat ini yang lagi stres menghadapi masalah.”

Setelah aku membaca intisari dari buku itu, hatiku langsung klop dengan buku itu.

“Ini sih gue banget!”

Tanpa pikir panjang, aku pun membelinya. Alhamdulillah, dapat diskon juga!

Di halaman depan toko buku itu ada kursi-kursi semacam kursi tunggu.

“Wah, bagus juga nih buat santai-santai sambil baca.”

Aku pun mulai membaca buku motivasi itu sambil meminum susu yang aku bekal dari rumah. Halaman demi halaman ku baca dengan serius. Seolah-olah penulis membawaku larut dalam bacaan. Masalah-masalah yang sedang ku alami pun teringat kembali. Dalam buku itu dikatakan bahwa kesabaran itu sangatlah penting. Sejenak aku tersadar bahwa aku harus jadi wanita yang penyabar. Sesekali air mataku hampir keluar.

Setelah selesai membaca 26 halaman, aku pun pulang. Buku ini mampu membuatku tidak tertidur lagi di angkot. Aku melanjutkan bacaanku dengan serius. Sampai akhirnya aku membaca bagian buku yang membahas tentang penyebab orang emosi dan marah-marah. Poin-poin penyebab orang emosi dan marah-marah yang sudah ku baca saat itu adalah:

1. Mendapat penghinaan

2. Mengalami kemacetan lalu lintas

3. Ruangan yang tidak rapi

4. Rencana yang tidak terealisasi

5. Direndahkan oleh orang lain

6. Ada orang lain yang campur tangan dalam hal privacy

7. Kelelahan

8. Terburu-buru

9. Overload pekerjaan

Belum selesai aku membaca semuanya, aku segera menutup buku dan menyiapkan uang. Ya, karena sebentar lagi aku sampai. Beberapa saat setelah menyiapkan uang, tiba-tiba ada suara, “Dug!” Tapi, suara itu tidak terlalu keras. Yaa.. bisa dibilang biasa saja. Supir yang mengendarai angkot yang kunaiki ini telah menyenggol mobil berwarna biru di depannya. Sementara mobil angkot melaju, aku lihat ke belakang, mobil biru itu berhenti. Salah satu orang yang ada di mobil biru itu keluar dan melihat keadaan mobilnya yang tersenggol.

Aku pikir, masalah tidak akan berkepanjangan. Ternyata mobil biru itu menyusul dan menghalangi angkot yang ku naiki. Aksi balas dendam pun dimulai. Tiga orang lelaki berbadan tinggi besar keluar dari mobil biru itu. Sejak itu, aku tidak berani lagi melihat secara langsung apa yang terjadi. Aku hanya bisa mendengar suara:

“Bakk!!”

“Dug!!”

Sepintas aku melihat salah satu orang berbadan kekar itu memaksa duduk si sebelah supir. Tangannya dililitkan ke leher sang supir. Aku kembali memalingkan muka. Sang supir hanya berkata dengan suara yang memelas, “Ampun, paaaaak…. ampun, paaaak….” dan “Bukk!!” Sang supir pun tak dapat menghindari pukulan. Siswi berseragam SMP ketakutan dan ingin keluar saja dari tempat yang mendadak mengerikan itu. Belum sampai ke pintu keluar, tiba-tiba angkot melaju sebentar dengan kencang dan semua penumpang hilang keseimbangan dan berteriak. Parahnya siswi SMP itu terjatuh di dalam angkot. Mungkin entah kaki sang supir (karena panik) atau lelaki berbadan kekar itu yang menginjak gas karena emosi. Semua penumpang pun panik dan segera keluar. Tubuhku yang sedari tadi lemas agak menjauh dari lokasi. Ingin rasanya aku membela dan menolong supir angkot itu, tapi aku tak berdaya.. Melihatnya saja tubuhku langsung lemas.

Setelah ketiga orang itu kembali ke mobilnya, semua penumpang pun akhirnya naik angkot itu lagi. Kasihan kalau ditinggal. Sudah dipukul, tidak dapat uang, lagi. Sebelum aku naik, aku memberanikan diri untuk sedikit menengok keadaan supir. Astaghfirullaahal’adziim…. Wajahnya berdarah.. Sapu tangan yang ia gunakan untuk mengelap wajahnya pun sudah penuh darah..

Sepintas aku berpikir dan merenung.. Ya, Allah.. inikah yang ingin Kau tunjukkan padaku.. Bukti dari apa yang dikatakan oleh buku ini, bahwa kesabaran adalah suatu hal yang penting. Kalau saja ketiga orang itu sabar, maka peristiwa ini tidak akan terjadi. Lalu, aku kembali berpikir.. Ooh.. mungkin mereka baru saja mengalami poin-poin penyebab mereka emosi dan marah-marah.

Aku memang tidak berdaya jika melihat kejadian seperti itu. Aku selalu ingin menangis jika melihat kekerasan yang terjadi di depan mata. Benar saja. Sesampainya di rumah, peristiwa berdarah itu pun ku ceritakan pada kedua orang tuaku. Di tengah-tengah pembicaraan, aku tak kuasa menahan emosi dan air mata. Akhirnya, aku pun menangis.. Aku tidak tega melihat penderitaan supir angkot itu..

Ya, allah.. Lancarkanlah rezeki sang supir.. Berilah ia kesabaran atas apa yang telah menimpanya..

Ya, Allah.. Sadarkanlah orang-orang yang menyerang sang supir itu.. dan ampunilah mereka..

NB: Untuk para pengendara kendaraan bermotor, berhati-hatilah dalam mengendarai. “Entong kalajur ku napsu..” Berdoa dulu sebelum berkendara dan bersabarlah dengan segala sesuatu yang terjadi di perjalanan. SEMOGA ALLAH SELALU MELINDUNGI KITA DAN MENJAUKAN KITA DARI HATI YANG TIDAK SABAR. AMIN.. AMIN.. AMIN.. karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar..πŸ™‚

(=^_^=)-Dn-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s