Put Emoticon in Your Informal Text !

Hi, guys! Percaya, ga? Emoticon sangat membantu kita dalam berkomunikasi lewat tulisan dengan teman, sahabat, atau siapapun yang menduduki tempat spesial di hati kita. Tidak jarang dua orang yang mengawali komunikasi lewat tulisan dengan baik, malah diakhiri dengan pertengkaran. Salah satu pemicu dari pertengkaran itu adalah adanya kesalahpahaman saat membaca tulisan dari lawan bicara masing-masing. That’s right, isn’t it?

Menurut pemikiran penulis, Emoticon berasal dari dua kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu emotion dan icon. Emotion (Echols & Shadily, 2000: 211)) berarti emosi (perasaan), sedangkan icon (Echols & Shadily, 2000: 309) berarti patung/gambar orang suci. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Emoticon merupakan gambaran perasaan. Dengan kata lain, Emoticon adalah gambar yang dapat menjelaskan emosi atau perasaan seseorang.

Berikut ini adalah contoh-contoh Emoticon.

πŸ™‚ = tersenyum

πŸ˜€ = tersenyum lebar

😦 = sedih

πŸ˜‰ = mengedipkan mata

Emoticon ini tentu saja hanya bisa dipakai dalam pembicaraan informal. Kenapa? Coba kita perhatikan contoh berikut ini:

Kedatangan Bapak/Ibu dalam acara ini sangat kami harapkan.πŸ˜‰

Sangat tidak pantas, bukan? Penggunaan Emoticon dalam tulisan formal justru bisa menghilangkan keformalan dari tulisan itu sendiri. Jadi, sebaiknya Emoticon ini hanya digunakan pada tulisan yang informal saja, seperti ketika kita saling mengirim SMS, e-mail, atau chatting dengan orang lain dalam obrolan informal juga tentunya.

Emoticon can describe your mood, make your text more colored, and reduce misunderstanding.

Tidak semua orang pandai mengekspresikan perasaannya lewat tulisan. Misalnya, perasaan seseorang sedang senang, sedih, marah, ataupun bosan, semua tulisan yang mengungkapkan perasaan-perasaan itu sama. Namun, sedatar apapun tulisan itu, dengan mencantumkan Emoticon, tulisan menjadi lebih bermakna. Selain itu, percakapan pun menjadi terasa asyik dan lebih hidup.

Tidak menutup kemungkinan bahwa tulisan-tulisan seseorang yang tidak bisa menggambarkan perasaannya saat itu dapat membuat lawan bicaranya salah paham. Selain itu, tidak setiap saat juga semua orang bisa menanggapi nada pembicaraan dari suatu tulisan dengan benar. Misalnya, seseorang mengirimkan SMS pada temannya dengan maksud baik. Namun, karena sedang dalam keadaan emosi, temannya menanggapi SMS itu seolah-olah Sang Pengirim SMS sedang sengaja menyinggung perasaannya. Nah, dengan bantuan Emoticon, kesalahpahaman itu bisa diminimalisir, bahkan sama sekali tidak ada.

Seberapa besar peran Emoticon dalam kegiatan berkomunikasimu?

Just try it! And you can answer that question.

Put Emoticon in your informal text! It can help you to solve your communication problem.

Semua ini hanya pemikiran penulis yang didasarkan pada pengalaman pribadi. Tapi, tidak ada salahnya juga kalau kamu ingin mencobanya. Semoga bermanfaat.πŸ™‚

2 thoughts on “Put Emoticon in Your Informal Text !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s