Hasil Observasi Pelaksanaan Pendekatan Brain Based Learning dalam Pembelajaran Matematika di Kelas Eksperimen

Berikut ini adalah uraian dari hasil observasi pelaksanaan pendekatan Brain Based Learning dalam pembelajaran matematika di kelas eksperimen.

Hasil Observasi pada Tahap Pra-Pemaparan
Sebenarnya, tahap pra-pemaparan ini dilakukan sejak beberapa hari sebelum pembelajaran dimulai. Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini sebelum pembelajaran dimulai adalah guru memajang peta pikiran (mind map) mengenai materi yang akan dipelajari, yaitu tabung, mulai dari unsur-unsur, luas selimut, luas permukaan, sampai pada volume tabung. Peta pikiran ini dilihat dan dipelajari oleh siswa terlebih dahulu agar siswa lebih siap untuk memahami materi yang lebih dalam saat pembelajaran nanti.

Gambar 1. Peta Pikiran (Mind Map) yang Dibuat Oleh Guru


Gambar 2. Siswa Sedang Melihat dan Mempelajari Peta Pikiran (Mind Map)

Selain itu, guru juga melakukan pendekatan dan membangun hubungan yang positif dengan siswa. Hal ini dilakukan agar ketika pembelajaran berlangsung nanti siswa sudah merasa nyaman belajar dengan guru yang akan mengajar mereka. Kemudian, guru menyarankan siswa untuk membawa air mineral sebagai persediaan energi dalam pembelajaran.

Saat pembelajaran dimulai, tahap pra-pemaparan masih berlangsung. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan membimbing siswa dalam mengisi Lembar Target dan Evaluasi. Setelah itu, siswa melakukan senam otak (brain gym) dengan bimbingan guru. Kemudian, guru memberikan beberapa pertanyaan apersepsi yang dapat menstimulus siswa. Seluruh aktivitas guru dan siswa pada tahap ini berjalan dengan baik.


Gambar 3. Siswa Sedang Melakukan Senam Otak, yaitu Menggambar dengan Menggunakan Dua Tangan

Hasil Observasi pada Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan, guru memberikan penjelasan awal mengenai materi yang akan dipelajari dan mengaitkan materi tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Siswa menanggapi apa yang disampaikan oleh guru. Seluruh aktivitas yang dilakukan guru dan siswa pada tahap ini berjalan dengan baik.


Gambar 4. Aktivitas Guru dan Siswa dalam Tahap Persiapan

Hasil Observasi pada Tahap Inisiasi dan Akuisisi

Pada tahap inisiasi dan akuisisi, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Siswa bergabung dengan teman-teman kelompoknya. Kemudian, guru membagikan Lembar Diskusi pada setiap kelompok dan Lembar Diskusi tersebut dipelajari oleh siswa terlebih dahulu sebelum diisi. Setelah itu, siswa berdiskusi dengan teman-teman kelompoknya untuk mengisi Lembar Diskusi. Pada tahap ini, guru mulai memutarkan musik barok dan membimbing siswa dalam berdiskusi.


Gambar 5. Guru Sedang Membimbing Siswa dalam Berdiskusi

Aktivitas guru dan siswa pada tahap ini berjalan dengan baik. Namun, pada pertemuan pertama, masih saja ada siswa yang tidak ikut berpartisipasi dalam kelompoknya. Salah satu penyebabnya adalah minimnya Lembar Diskusi. Satu kelompok hanya mendapatkan satu Lembar Diskusi. Oleh karena itu, pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, seluruh siswa diberi Lembar Diskusi dan dikumpulkan pada akhir pembelajaran. Tindakan seperti ini ternyata mampu meminimalisir siswa yang jarang berpartisipasi dalam kerja kelompok.


Gambar 6. Siswa Sedang Melakukan Diskusi Kelompok

Pada pertemuan ketiga, siswa belajar dan berdiskusi kelompok dengan menggunakan alat peraga matematika untuk membantu siswa dalam menemukan rumus volume tabung. Selain itu, pada pertemuan keempat, pembelajaran pada tahap inisiasi dan akuisisi dikemas dalam bentuk permainan.


Gambar 7. Siswa Belajar dengan Bantuan Alat Peraga Matematika

Hasil Observasi pada Tahap Elaborasi

Pada tahap elaborasi, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas, sedangkan siswa yang lain memperhatikan, mengungkapkan pendapat, atau memberikan pertanyaan. Dari hasil presentasi ini, diharapkan siswa dapat menemukan jawaban yang yang tepat dari permasalahan yang ada pada Lembar Diskusi. Oleh karena itu, guru harus membimbing siswa dalam berdiskusi agar proses diskusi berjalan dengan lancar.


Gambar 8. Siswa Sedang Mempresentasikan Hasil Diskusi Kelompok di Depan Kelas

Dalam pelaksanaannya, diskusi kelas kurang berjalan dengan lancar. Kesadaran siswa akan pentingnya belajar masih sangat kurang. Hal ini bisa terlihat dari perhatian siswa yang masih rendah. Ketika siswa sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompok, ada beberapa siswa lain yang tidak memperhatikan atau bahkan mengobrol. Peristiwa seperti ini menuntut guru untuk lebih aktif lagi dalam mengondisikan siswa.

Hasil Observasi pada Tahap Inkubasi dan Memasukkan Memori

Pada tahap inkubasi dan memasukkan memori, siswa melakukan peregangan sambil menonton video yang dapat memotivasi mereka untuk belajar. Selain itu, guru juga memberikan soal-soal latihan sederhana berupa soal-soal pemahaman yang berkaitan dengan materi yang baru saja dipelajari. Siswa mengerjakan soal-soal latihan tersebut tanpa bimbingan guru. Seluruh aktivitas guru dan siswa pada tahap ini berjalan dengan baik, walaupun pada pertemuan pertama terdapat sedikit kesalahan teknis sehingga siswa tidak dapat menonton video.


Gambar 9. Siswa Sedang Menonton Video yang Dapat Memotivasi Mereka untuk Belajar

Hasil Observasi pada Tahap Verifikasi dan Pengecekan Keyakinan

Pada tahap verivikasi dan pengecekan keyakinan, guru memberikan soal-soal latihan yang setingkat lebih rumit. Siswa mengerjakan soal-soal tersebut dengan bimbingan guru. Setelah itu, guru bersama dengan siswa mengecek pekerjaan siswa. Jika siswa belum selesai mengerjakan soal-soal tersebut, biasanya guru menugaskan siswa untuk menyelesaikannya di rumah.


Gambar 10. Siswa Sedang Mengerjakan Soal-soal Latihan

Hasil Observasi pada Tahap Perayaan dan Integrasi

Pada tahap perayaan dan integrasi, siswa, dengan bimbingan guru, menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari. Kemudian, guru memberikan PR (Pekerjaan Rumah) untuk siswa dan memberi tahu siswa tentang materi apa yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya. Setelah itu, siswa, dengan bimbingan guru, mengecek Lembar Target dan Evaluasi.

Selain mengecek Lembar Target dan Evaluasi, siswa juga diminta untuk mengungkapkan pendapat mereka pada Lembar Karangan Singkat siswa mengenai pembelajaran yang baru saja dilakukan serta saran-saran untuk perbaikan pada pertemuan selanjutnya. Sebagai penutup, guru bersama dengan siswa melakukan perayaan kecil, seperti bersorak dan bertepuk tangan bersama.


Gambar 11. Siswa Sedang Bersorak Bersama

Sebagai tugas akhir, siswa ditugaskan untuk membuat peta pikiran (mind map) dari materi Tabung yang telah mereka pelajari. Siswa diberi kebebasan untuk berkreasi dan guru memberikan nilai sebagai bentuk penghargaan.


Gambar 12. Contoh Peta Pikiran (Mind Map) yang Dibuat Oleh Siswa


Penulis: Dini Nurhadyani

79 thoughts on “Hasil Observasi Pelaksanaan Pendekatan Brain Based Learning dalam Pembelajaran Matematika di Kelas Eksperimen

  1. I love to explore different methods of learning, I want to see my students successfully learn the lessons and apply them properly.

  2. teh,kalo langkah-langkah pembelajarannya gimana ya teh??kalo misalnya saya ingin coba model pembelajaran itu dengan pokok bahasan lain di SMA misalnya….RPPnya kaya gimana ya teh???pengen nyoba model itu teh??

    • Langkah-langkah/tahap-tahap pembelajarannya tetap sama,,
      tinggal fitrinya aja yang pinter-pinter berkreasi mau ngapain aja di kelas sama siswa.πŸ˜‰
      RPP-nya ya berisi langkah-langkah pembelajarannya. Sesuaikan aja dengan tujuan yang ingin dicapai dari materi yang disampaikan.πŸ™‚

  3. syukron mbx ..
    sungguh sangat memotivasi bget stategy mengajarnya…
    oh y,,,ada artikle tntang brai teaching learning untuk PTK g mbx…
    mhon bantuannya,,,πŸ™‚

    • Alhamdulillah..
      Makasih, Mba Murni.
      Semoga bermanfaat, ya.πŸ™‚

      Kalau untuk PTK, saya belum pernah nemu.
      Coba aja searching di google.
      Bagus juga tuh Mba kalo nyoba bikin sendiri.
      Tinggal disesuaikan aja dengan langkah-langkah pembelajarannya.
      SEMANGAT, ya!

      • ^-^
        hrus sll SEMANGAGT dunK,,,
        moga diberi kemudahan OLEH Allah,,
        Coz sKrang lg nyusun Poposal dengan stratgy Brain Based ini,,,,,
        mohon doa’y aj mbx ea,,,,

        Btw boleh dunk kpan2 aq sering am mbx tntg stratgy ini…
        ad almat yg bs dhubungi g mbx untuk m’perlancar komunikasi,,,,

  4. assalamualaikum
    mba aku izin ini jd salah satu referensi makalah aku ya..
    trus kok di repository.upi.edu aku ga dpt abstractnya ya?

    • Waalaikumussalam.
      Oke, silakan,,
      Tapi jangan sampe salah ketik nama, ya,,
      Soalnya banyak orang yang suka salah menuliskan nama kepanjangan saya,,
      Kalo sampe salah kan orang lain jadi ga bisa menelusuri sumber yang dimaksud.πŸ™‚

      Abstrak skripsi saya maksudnya? Di UPI ga nemu? masa, sih?
      Tapi, kalo sekedar ingin baca abstraknya, silakan klik link ini aja:
      https://dinidinidini.wordpress.com/2011/01/04/140/
      Ini judul skripsi saya :
      Penerapan Brain Based Learning dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa
      (btw, kalo yang mba desi makksud itu bukan abstrak skripsi saya, jadi maksudnya apa, mba? hehe..)

      Sukses, ya!! ^^

  5. Saya kemarin ke gramed dan tertarik melihat buku tentang brain based learning, karena saya juga tertarik kinerja otak manusia dalam pembelajaran matematika.
    Dan saya ketemu sama blog ibu jadi saya rasa ibu bisa membantu saya nanti.
    Saya masih semester 5 tapi sudah mau cari2 judul. biar waktu penyusunannya lebih banyak.
    Jika nanti saya ada kesusahan tolong dibantu ya buk.
    Salam kenalπŸ™‚

    • Panggilnya “teteh” aja, ya. Jangan “Ibu”. Saya juga baru lulus, ko. Hehehe..
      InsyaAllah. Mudah-mudahan saya bisa bantu, ya.
      Tapi jangan banyak berharap juga. Khawatirnya saya ga bisa bantu sesuai dengan yang Ahmad mau.
      Semangat ya buat skripsinya!πŸ™‚

  6. asslmualaikum ttehπŸ™‚
    teh tolong bantuannya dong ,saya bikin jdul tntang mind map materinya lingkaran kelas 8,kd 4.2
    gimana ya teh mind mapnya takut salah??mohon bantuannya ia tehπŸ™‚

    • Waalaikumussalam, Riizma..πŸ™‚
      sebentar.. kd 4.2 itu lebih fokus pada materi lingkaran yang mana, ya? hehe..
      Yang jelas gini..
      Jangan takut salah.
      Coba dulu aja bikin sketsanya. Mind map itu harus mencakup inti dari materi-materi yang dibahas.
      Kalau ingin tau lebih jelas bagaimana membuat mind map yang baik dan benar, boleh juga nih baca buku yang satu ini:
      Buku Pintar Mind Map karya Tony Buzan.
      Udah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ko.
      Semangat, ya!! ^^

    • Waalaikumussalam, Ahmad.πŸ™‚
      Maaf, kalau ingin tau isi skripsi dan contoh RPP-nya, datang saja ke perpustakaan kampus saya dulu, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) yang ada di Jl. Setiabudi Bandung. SEMANGAT, ya! Semoga diberi kelancaran dalam penyususnan skripsinya.πŸ™‚

    • Kalau boleh jujur, menurut pendapat saya, Brain Based Learning memang agak sulit diterapkan di Indonesia dengan tuntutan kurikulum yang begitu padat dan waktu yang terbatas. Ditambah lagi dengan jumlah siswa yang tidak sedikit. Tapi bukan hal yang mustahi untuk dicoba. Namun, guru sangat dituntut untuk kreatif dan pandai mengelola waktu dan kelas. Secara pribadi, berdasarkan pengalaman yang saya alami, berikut ini kelemahan-kelemahannya (terutama jika diterapkan di Indonesia) :
      1. Membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.
      2. Membutuhkan fasilitas sekolah yang memadai (sedangkan tidak semua sekolah memilikinya)
      3. Kenyataannya, tidak semua orang bisa belajar sambil mendengarkan musik. Bahkan orang-orang yang menyukai musik sekalipun belum tentu menyukai jenis musik yang sama.

      Begitu, Mba’Desi. Maaf, ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi.πŸ™‚

    • Waalaikumussalam..πŸ™‚

      Iya, sebisa mungkin ada unsur mind map-nya. Kenapa? Karena mind map sangat mendukung daya kerja otak. Sedangkan BBL itu sendiri adalah pendekatan pembelajaran yang berbasis kemampuan otak. Nyambung, kan?πŸ™‚

    • Yang jelas, kalau kita akan melakukan penelitian dengan melakukan pembelajaran di kelas, ya berarti RPP dan bahan ajarnya harus kita siapkan agar pembelajaran berjalan lancar. lagipula, RPP dan bahan ajar kan menjadi sesuatu yang akan dibahas dalam laporan.πŸ™‚

  7. Mbak, pa kah pmblajaran ni hrz dng diskusi klmpok? Trz bgmn pnrapanx u skolah yg tdk mmiliki fasilitas u pmutaran video. Pakah brain based learning msh bs d trapkan? Mhon pnjlasanx mbak, mkash sblmx.

    • InsyaAllah masih bisa.
      Tidak nonton video juga tidak apa-apa.
      Intinya, kita menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan mendukung daya kerja otak.
      Refreshing kan tidak harus dengan nonton video.

      Setau saya, BBL ini akan lebih efektif dengan diskusi kelompok. Saya lupa, apakah itu suatu keharusan atau tidak.Seingat saya, BBL ini juga bisadilakukan oleh individu di rumah atau di manapun. Saat ini, saya sedang tidak di dekat buku BBL.πŸ™‚

  8. teh…..
    selain buku brain based learning ada gk teteh buku pegangan lain………….
    soalnya penelitian saya berkaitan dg bbl tersebut teh…………….

    • Setau saya, buku utamanya sih bukunya Eric Jensen (Pembelajaran Berbasis Kemampuan Otak: Cara Baru dalam Pengajaran dan Pelatihan). Ini adalah versi terjemahannya.

      Buku lain yang bisa mendukung BBL bisa saja buku ini: DePorter, B. & M. Hernacki. 2008. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

      Lalu, untuk senam otaknya juga ada, judulnya “Senam Otak” atau “Brain Gym. tapi saya agak lupa siapa pengarangnya. Bukunya tipis.

      Ada lagi buku yang mendukung tentang mind map-nya : judulnya “Mind Map” pengarangnya saya lupa.

      Maaf, saya sedang tidak berada di dekat buku-buku itu sekarang. Kalau buku BBL yang yang lain, saya juga kurang tau apakah ada atau tidak. Kalau anda orang bandung, silakan searching bukunya di toko buku terdekat atau di Palasari. Semangat, ya.πŸ™‚

    • Waalaikumussalam.πŸ™‚
      Maaf, saya tidak bisa share contoh RPP-nya.
      Tapi, kalau ada bagian yang tidak dimengerti, mungkin saya bisa bantu sebisa saya.
      RPPnya seperti RPP pada umumnya. Yang membedakan hanya pada langkah-langkah pembelajarannya saja.
      Kalau mau lihat, silakan saja datang ke perpustakaan UPI.
      Skripsi saya ada di sana.

      Salam kenal juga, Rizki.πŸ™‚

  9. Asslmualaikum…Mba mw share ni ttg BBL..kbtulan sy jg lgi nyusun skripsi ttg BBL..mw tnya klau Metode Pembelajaran Perpsektif BBL itu ky gmn sih??poin-poinya apa aja??

    • Waalaikumussalam..πŸ™‚
      Maaf, saya kurang mengerti dengan pertanyaanmu.
      Bukannya sudah jelas ya di tulisan saya ini?
      Bisa lebih diperjelas lagi pertanyaannya, mba?πŸ™‚

  10. Assalamualaikum teh,,,slam kenal ya,sya mw tanya,saya lagi menyusun skripsi tentang bbl tapi pada pembelajaran bahasa asing,,,apakah kegiatan yg bisa saya lakukan juga yang teteh lakuakan dlm pembelajarab matematika,,,,

    • Waalaikumussalam.
      Salam kenal juga.πŸ™‚
      Menurut saya, dan berdasarkan buku yang saya baca, BBL ini merupakan sebuah pendekatan pembelajaran. jadi, bisa diterapkan pada mata pelajaran apapun.
      Setahu saya, untuk pelajaran bahasa asing ada tambahan lainnya selain apa yang sudah saya aplikasikan di kelas.
      Untuk lebih jelasnya, silakan zulfa baca bukunya Eric Jensen, ya.
      InsyaAllah jadi lebih paham.πŸ™‚
      Semangat ya buat skripsinya! ^^

  11. AsW..
    Teh, mw nanya..:D
    kl BBL itu kn ada 7 fase..nah yg mw anne tanya, langkah2 pembelajaran yg BBL itu sesuai fase2 atw gmn ya teh?
    mksh sebelumnya..:)

    • Waalaikumussalam..πŸ™‚
      Waktu saya menyusun skripsi, setau saya bukunya hanya jensen. Tapi untuk penunjang yg lainnya pake buku quantum learningnya de porter. Tau, kan? Quantum learning kan ada miripnya sama BBL.πŸ™‚

    • Judulnya ya Brain-Based Learning. di bawahnya ada tulisan “Pembelajaran berbasis kemampuan otak”.
      Untuk pengertiannya, silakan klik artikel skripsi saya di blog. di search juga bisa.πŸ™‚

    • Senam otak itu pada dasarnya dilakukan sebagai pemanasan otak agar otak siap menerima informasi (dalam hal ini berarti materi pelajaran).

      Senam otak yang dilakukan seseorang bisa dikatakan berhasil ya ketika orang tersebut bisa melakukan senam otak dengan baik dan lancar.πŸ™‚

      Maaf, kalau jawaban saya kurang memuaskan.πŸ™‚

  12. Teh .. Saya berencana menggunakan pendekatan BBL ini untuk eksperimen skripsi saya, tapi untuk pembelajaran bahasa Ingris . susah gak BBL ini diterapkan di kelas ?

    • Susah sih nggak. Tapi ada beberapa hal dari BBL yg menurut saya kurang bisa diterapkan di sekolah. BBL ini butuh waktu yang lama dan akan jauh lebih efektif jika jumlah siswa di dalam kelas sedikit saja. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Siapatau penelitian MamahFaza lebih sukses daripada penelitian yang pernah saya lakukan. Semangat, ya!! ^^

  13. kak,, dimana saya bisa mendapatkan buku BBL??
    trus,, bisa tidak BBL ini diterapkan tanpa memggunakan musik??

    • Kalau saya sih mendapatkannya di Palasari Bandung. Di toko buku ternama sepertinya sudah tidak ada.
      Hmm.. Karena musik itu hanya salah satu dari alat penunjang BBL, menurut saya tidak masalah jika tidak disertai dengan musik.
      Lagipula, berdasarkan pengalaman saya, musik yang saya putar di kelas tidak begitu memberikapengaruh positif bagi pembelajaran.πŸ™‚

  14. kak,, ada indikator lain yang bisa diukur melalui BBL, selain motivasi belajar dan kemampuan koneksi matematika???

    • Agak susah kalo diperlihatkan di sini. Lembat target dan evaluasi yang saya buat berupa tabel. Ada kolom nomor, tanggal, materi, target yang ingin dicapai, target yang belum tercapai, serta langkah apa yang harus dilakukan agar target belum dicapai tersebut bisa tercapai dengan baik. Dua kolom terakhir diisinya setelah pembelajaran selesai. Siswa dibiarkan mengevaluasi sendiri tentang apa saja target yang sudah dan belum tercapai. Kurang lebih begitu.πŸ™‚

  15. Aslmkm…
    Teh, Maaf mau tanya kalau kelas eksperimennya pakai BBL dan kelas kontrolnya pakai PBL atau PjBL itu bahagaimana teh bisa gak???
    karna sekarang pakai kurikulum 2013 jadi kelas kontrolnya tidak boleh pakai pembelajaran langsung ataupun konvensional.
    mohon solusinya, terimakasih…. (^_^)

    • Waalaikumussalam wr wb.

      Kalau menurut saya sih boleh-boleh saja selama tujuan kita membandingkan pendekatan yang satu dengan yang lainnya. Katakanlah PBL sebagai pendekatan yang biasa diterapkan di kelas dan BBL sebagai pendekatan baru yang sedang diujicobakan.

      Untuk lebih jelasnya, coba konsultasikan juga dengan dosen pembimbingnya, ya. Saya khawatir ada suatu hal yang saya kurang tau berkenaan dengan kurikulum 2013.

      Good luck!πŸ˜‰

      • Aslm, teh saya sekarang lg membuat penelitian buat tesis saya rencana y menggunakan BBL ini ? Apakah BBL masih mempunyai kemiripan dengan pendekatan saintifik saat ini ?

  16. Assalamu’alaikum..
    teh saya mau tanya, buku eric jensen sekarang sulit dicari, kira-kira saya bisa beli atau meminjam di perpustakaan mana ya?

    • Waalaikumussalam wr wb.
      Dulu juga sudah agak sulit dicari. Kalau saya sih belinya di Palasari Bandung. Dan saya belum pernah mencari di tempat lain. Jadi, saya sarankan belinya di Palasari aja. Mudah-mudahan masih ada. Kalau jakarta, ada juga tuh tempat serupa dengan Palasari, namanya Kwitang.
      Selamat mencari, ya.
      Semoga dapat.πŸ™‚

  17. Teteh mau nanya. Saya juga mau penelitian tentang BBL. Ditahap keberapa gitu siswakan diminta membawa minuman. Nah. Guru mengintruksikan murid untuk membawa minumnya tuh pas kapan? Terus. Kan ada yang diminta membuat mind maping berarti sblmnya siswa diminta membawa alat alatnya ya? Terimakasih

  18. Teteh mau nanya. Saya juga mau penelitian tentang BBL. Ditahap keberapa gitu siswakan diminta membawa minuman. Nah. Guru m.lengintruksikan murid untuk membawa minumnya tuh pas kapan? Terus. Kan ada yang diminta membuat mind maping berarti sblmnya siswa diminta membawa alat alatnya ya? Terimakasih

  19. Assalamualaikum. Teteh mau nanya. Saya juga mau penelitian tentang BBL. Ditahap keberapa gitu siswakan diminta membawa minuman. Nah. Guru m.lengintruksikan murid untuk membawa minumnya tuh pas kapan? Terus. Kan ada yang diminta membuat mind maping berarti sblmnya siswa diminta membawa alat alatnya ya? Terimakasih

    • Waalaikumussalam wr wb.
      Huwaaaaa.. ini udah lama banget komennya.. 6 bulan lalu, masaaa.. maaf ya baru dibales.. jangan-jangan sekarang penelitiannya udah beres ya??

      Dari awal sebelum penelitian saya kasih tau mereka untuk membawa minuman ke kelas. Untuk mind maping yang di lembar kerja siswa, mereka pake alat seadanya. Kalo yang kreasi kreatifnya mereka membuatnya di rumah sebagai tugas rumah. Tugas itu diberikan setelah seluruh materi diberikan (setelah beberapa kali pertemuan).πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s