Capcay

Sakit yang sedang dialami Perikecil tidak membuatnya malas memasak. Dari hari ke hari ia ingin menciptakan kreasi baru. Kali ini, Perikecil memasak capcay. Ia mulai menyiapkan bumbu dan bahan-bahannya, yaitu bawang putih, bawang bombay, garam, gula, bumbu masak, tepung maizena, kembang tahu, blumkol, brokoli, sosin, dan wortel. Tak lupa ia pun memakai celemek birunya.

Mula-mula, semua sayuran direbus terlebih dahulu agar proses menumisnya cepat. Setelah itu, Perikecil menyiapkan kuali dan spatula, serta memanaskan minyak secukupnya. Kemudian, Perikecil pun mulai beraksi dengan cara-cara memasak yang selama ini dicontohkan oleh ibunya.

Masukkan bawang putih, tumis hingga hampir berwarna kecokelatan. Masukkan bawang bombay, aduk hingga bawang bombay terpisah-pisah. Setelah itu, masukkan wortel, air panas, dan gula secukupnya, tunggu hingga wortel mulai empuk. Kemudian, masukkan blumkol dan brokoli, aduk hingga rata. Selanjutnya, masukkan sosin dan kembang tahu, beri garam dan bumbu masak secukupnya, aduk hingga merata. Terakhir, masukkan tepung maizena yang sudah dicampur air matang secukupnya.

“Ayaaaaaaahh!! Cobain, dong!!” Perikecil sudah tidak sabar menunggu pendapat dari ayahnya mengenai rasa dari hasil kreasinya.

“Hmm.. enak. Udah pas!”

“Huuuwaaaaaaa, ibuuuuuu!!! Aku berhasil!!” Perikecil sangat senang.

Namun, satu yang kurang dari hasil masakannya ini. Kembang tahunya direbus terlalu matang, sehingga setelah dicampur dan diaduk dengan sayuran lain, tampilannya menjadi sedikit berantakan.

Yang penting rasanya. Ujar Perikecil dalam hati.

This is it! Capcay in the little fairy’s style!

Hahahahaaaa!! Terlihat sangat berantakan, bukan?? Tapi, hal ini tidak membuat Perikecil patah semangat. Ia akan terus berusaha agar semakin hari hasil kreasinya semakin mantap.

Cerita Perikecil kali ini tidak selesai sampai di sini.

Setelah Perikecil menyajikan capcay ini di atas meja makan, ia merasa tubuhnya semakin lemas dan kepalanya pun terasa sakit. Matanya juga berkunang-kunang. Sejenak ia baringkan tubuhnya di sofa. Namun, kondisinya tidak juga membaik. Bahkan ketika waktu makan tiba pun perutnya malah terasa mual, hingga ia tidak bisa menikmati hasil masakannya sendiri dengan baik.๐Ÿ˜ฆ

Yaaahh.. Bagitulah.. Adakalanya perikecil pun sakit.. Perikecil juga kan manusia.. (Loooh??!!)๐Ÿ˜€

Ayo, kita doakan sama-sama agar Perikecil cepat sembuh dan cepat berkreasi lagi!!

Terimakasih, ya!!๐Ÿ˜€

One thought on “Capcay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s