Percakapanku dengan Kakek Hari Ini

Dear diary..

Hari ini, saya berkunjung ke rumah kakek di Panjalu. Mungkin lebih tepatnya menengok kakek, karena beberapa pekan ini aku sekeluarga sering kali mendapat kabar bahwa kakek sedang sakit. Kondisi tubuh saya juga masih belum bagus, tapi hati saya mengatakan bahwa saya harus bertemu dengan kakek, yang biasa ku panggil dengan sebutan ‘Pak Aki’. Akhirnya, saya, adik saya, dan kedua orang tua saya pun menyempatkan diri ke sana.

Sesampainya di sana, Pak Aki hendak menjemur pakaiannya yang baru saja beliau cuci sendiri. Subhanallah.. Usia sekitar 89 tahunan masih kuat mencuci baju. Saya jadi mendadak malu pada diri sendiri karena saya masih suka merasa malas mencuci baju saya sendiri.

Bapak saya mengucapkan salam berkali-kali pada Pak Aki, namun telinga Pak Aki yang sudah kurang berfungsi dengan baik membuatnya tidak juga menoleh ke arah kami. Lalu, saya pun berinisiatif untuk memanggilnya dengan nada yang lebih keras, “Assalamualaikuuuum!!” Akhirnya Pak Aki pun menoleh dan segera menghampiri kami. Kami pun bersalaman dengan beliau secara bergantian. Alhamdulillah, keadaan Pak Aki sudah membaik, namun rasa sakit dan pegal di tubuhnya masih terus terasa. Mungkin beginilah kalau sudah menginjak usia yang sudah tidak muda lagi.

Sebelum, Pak Aki melanjutkan menjemur pakaiannya, saya menahannya sebentar untuk menyampaikan sesuatu yang sudah lama ingin ku sampaikan langsung padanya. Berikut percakapan saya dengan Pak Aki dalam bahasa Sunda.

Saya       : Pak Aki, Alhamdulillah, dini teh tos lulus!!😀

Pak Aki : Alhamdulillaaaaah.. syukur atuh ari tos lulus mah..😀

Ya, begitulah ekspresi kami. SANGAT SENANG. Sejak saya masuk kuliah, hampir setiap bertemu dengan Pak Aki, beliau selalu menanyakan kapan saya lulus kuliah. Pak Aki sangat berharap bahwa beliau bisa mendapatkan kabar kelulusan saya. Dan alhamdulillah, Allah masih memberikan umur pada Pak Aki untuk mendengarkan kabar kelulusan saya ini. Ini semua tak lepas dari bimbingan dan pertolongan Allah. Alhamdulillah..🙂

Pertanyaan tentang kelulusan saya pun tidak akan pernah beliau tanyakan lagi. Namun, setelah saya lulus, muncul pertanyaan baru dari beliau.

Pak Aki : Atos janten guru?

Deg! Betul juga. Ini kan target saya selanjutnya.

Saya       : Teu acan, Pak Aki..

Saya kira harapan Pak Aki selanjutnya adalah ingin mendapatkan kabar tentang saya yang sudah menjadi guru. Namun, ternyata Pak Aki berharap yang lain.

Pak Aki : Neng, geura nikah we, atuh..🙂

Saya       : Nikah? Amin.. Doakeun nya, Pa Aki..🙂

Pak Aki : Muhun.. Sok Ku Aki didoakeun sing enggal-enggal nikah.. mumpung Aki aya keneh..🙂

Saya       : Amin.. amin.. amin..🙂

Dalam hati saya : Pak Akiiiiii…….. jadi gimana, nih… target dini jadi guru dulu, atau nikah dulu, yaaa… heheheeee…😀

Saya hanya bisa berdoa semoga Allah melancarkan segalanya dan selalu memberikan yang terbaik untuk saya dan Pak Aki. Dan saya juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan orang-orang yang saya sayangi dan menyayangi saya. Bismillaahirrahmaanirrahiim.. SEMANGAT!!😀

3 thoughts on “Percakapanku dengan Kakek Hari Ini

  1. “Sok Ku Aki didoakeun sing enggal-enggal nikah.. mumpung Aki aya keneh.. ”

    kalimat yang berarti buat kakek tuh Din…

  2. Pingback: Surat Kedua Untuk Kakek | dini's diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s