Aku dan Bebanku

Aku sudah berjalan sangat jauh

dengan memikul beban di pundak

yang semakin hari semakin terasa berat

Entah, harus ke mana aku berbagi

Kerap kali ku simpan beban itu di lantai

untuk sekedar menghela napas

dan mengendurkan otot-otot lengan

Beberapa kali sempat terpikir untuk pergi tanpa memikulnya lagi

namun aku tak sanggup meninggalkannya

Beban ini adalah ujian bagiku

yang dapat membawaku pada Ridha-Nya

tentu saja jika aku sanggup menghadapinya

dengan penuh kesabaran yang agung

Aku pun melanjutkan perjalanan

berjalan, dan terus berjalan

sambil memikul beban di pundak

yang semakin hari semakin terasa berat

Dan hari ini, beban ini terasa sangat berat

Ku simpan kembali beban ini di lantai

dan ku rebahkan tubuhku

Sejenak ku berpikir

Bagaimana ini? Bagaimana selanjutnya?

Tidak ada seorang pun yang mengerti seberapa berat beban ini

Tidak ada seorang pun yang tahu beban apa saja yang selama ini ku pikul

Mampukah aku menanggungnya sendiri

hingga waktu yang tak tentu

atau mungkin selamanya

Allah.. Allah.. Allah..

Cukuplah Allah di sampingku

menemani setiap langkahku

menerangi jalanku

dan mengukir senyum terindah di wajahku

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Ku pikul lagi beban ini di pundak

Ku langkahkan lagi kakiku

Dengan pertolongan Allah

tidak ada sesuatu apapun yang tidak mungkin

InsyaAllah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s