Bukan Puisi

Sempat ku mengeluh akan seperempat masa laluku yang suram

bercahaya, namun seperti memudar

putih, namun banyak noda

mulus dari kejauhan, namun kasar dari jarak dekat.

Ku kira hatiku tak sanggup menerima rasa sakit itu

ku kira pikiranku tak bisa lepas dari bayang-bayang pilu.

Namun, seketika kekuatan-Nya merasuki tubuhku

membangkitkan semangatku yang terjatuh

menenangkan hatiku yang gelisah

dan mengobati lukaku yang selalu akan membekas.

Allah menegurku dari kesalahan

mengingatkanku dari kekeliruan

dan meluruskan jalanku dari kesesatan.

Tak sepantasnyalah aku mengeluh di tengah-tengah pertolongan-Nya yang sangat dekat.

Kini..

Aku tak peduli seolah tak kenal

aku tersenyum seolah tak pernah tertusuk duri

aku bahagia seolah temukan jarum dalam tumpukan jerami.

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin..

Ku syukuri masa laluku

dan Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Ku awali lembaran kisahku

mengukir masa depan yang lebih cerah.

Ini bukanlah puisi

hanya curahan hati

yang semoga menginspirasi

setiap diri yang tersakiti.

 

Referensi Gambar:

http://simantap-ilmukita.blogspot.com/2010/12/menggenggam-masa-depan.html

http://nowilkirin.blogspot.com/2010_07_01_archive.html

 

2 thoughts on “Bukan Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s