Surat Untuk Kakek

Sungguh..

Detik ini..

Aku ingin memelukmu erat.

Aku ingin mencium tanganmu.

Punggungku ingin diusap olehmu.

Aku ingin mendengar doa-doamu untukku.

Aku ingin mendengarmu bercerita untukku.

Aku ingin kau melambai-lambaikan tanganmu untuk memanggilku.

Aku ingin mendengar suaramu menyebut namaku.

Pernah suatu pagi ku bangunkan kau dari tidurmu.

Namun, kini, mungkinkah aku membangunkanmu saat jantungmu tak lagi berdetak?

Kakek..

Bangunlah dari tidurmu..

Tak inginkah kau melihatku mengenakan toga saat wisuda?

Tak bisakah kau memelukku saat kau tahu bahwa aku telah wisuda?

Mengapa kau pergi saat aku dilantik menjadi sarjana?

Tak bisakah kau menungguku membawa kabar gembira untukmu?

Kakek..

Ternyata kasih sayang Allah lebih besar untukmu.

Dia ingin kau kembali ke sisi-Nya saat itu juga.

Dan ku tahu kau tak kan bisa meminta-Nya

menunda itu hingga aku bertemu denganmu

dan memberimu kabar bahagia.

Dalam keadaan kau sedang bersujud pada-Nya

kau pun kembali ke sisi-Nya

khusnul khatimah, InsyaAllah.

Kakek..

Ini adalah fotoku saat wisuda:

Aku cantik kan, Kek?!😀

Saat wisuda, aku berusaha keras untuk tetap menjadi cucu kakek yang ceria.

 Kabar kepergianmu sangat membuatku sedih dan menangis

hingga tak peduli dengan make up yang sudah susah payah ku oleskan sendiri di wajahku.

Namun, walaubagaimanapun aku harus gembira

menyambut kelulusan yang selama ini kau harapkan dariku.

Kakek, ku persembahkan kelulusan ini untukmu.

Terima kasih atas segala doa dan motivasi yang telah kau berikan untukku.

Kakek yang ku cintai..

Walau pelukmu tak kan ada lagi untukku

aku akan selalu memelukmu dalam setiap doaku.

Walau namaku tak lagi kau sebut

namamu akan selalu ku sebut dalam setiap doaku

Kakek yang ku rindukan..

Masih ingatkah kau dengan foto manis yang satu ini:

 

Ya, ini adalah foto yang kita sekitar tiga bulan yang lalu.

Tak pernah ku duga bahwa itu adalah pertemuan terakhir kita.

Terimakasih sudah mau berfoto bersamaku.

Kakekku..

Saat itu kau memintaku untuk segera menikah.

Maaf, keinginanmu untuk melihatku menikah tak terwujud.

Karena ternyata Allah belum mempertemukan aku dengan jodohku saat kau masih ada di dunia ini, bahkan sampai detik ini.

Kita serahkan saja pada Allah.

Karena Dia-lah Yang maha Mengetahui apa yang terbaik untukku.

Namun harapanmu agar cucumu ini menjadi seorang guru, sedikit demi sedikit sudah ku raih.

Alhamdulillah, kini aku sudah menjadi guru privat, Kek.

Dan InsyaAllah akan terus mengembangkan kemampuanku untuk menjadi seorang guru yang didambakan muridnya.

Kakek yang ku sayangi..

Dalam surat ini, izinkan aku mengungkapkan rasa sayangku padamu

yang tak pernah sekali pun ku ucapkan padamu

saat aku masih bisa mencium tanganmu.

“Aku sayang kakek..”

Kakek yang baik..

Ini adalah suratku untukmu.

Yang mungkin tak kan bisa kau terima

tak kan bisa kau baca

tak kan bisa pula kau balas.

Yang ku tulis dengan diiringi tetesan air mata.

(maafkan aku karena sampai detik ini aku masih saja menangisi kepergianmu)

Namun, aku sangat yakin bahwa Allah akan mendengar setiap doaku untukmu.

Maka, tunggulah aku menyapamu dalam setiap shalatku.

Selamat jalan, kakek..

Kau akan selalu ada di hatiku.

Cucumu yang sangat menyayangimu,

Neng Dini.

6 thoughts on “Surat Untuk Kakek

  1. Innanillahi wainnalillahi rojiun……..Semoga rohnya di rahmati allah swt yg maha pengampun dan maha penyayang amin ya allah…Tabahkan hati mu ya .inshallah setiap yang hidup itu pasti akan meninggal……bila tiba waktu nya.Yakinlah itu.

  2. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…
    Ana Turut bDuka ya teh. By the way, kuliah di UPI ya teh???

    Salam kenal ya teh… Ana juga di UPI jur English Education ’09.

    • Makasih, ya,,🙂

      Iya, teteh kuliah di UPI, tapi alhamdulillah sekarang udah jadi alumni. hehe..

      Okok,, salam kenal juga, ya,,
      Waw, english education? Please teach me to be good in english, sist,, Speak english with me, ya!!😀

  3. Pingback: Surat Kedua Untuk Kakek | dini's diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s