Be Careful With Your Argument!!

Temen-temenku yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng, seneng enggak kalau ada temen kita yang nyinggung-nyinggung kekurangan fisik yang kita alami?? Misalnya, tubuh yang pendek, badan yang semakin melebar (baca: gendut), wajah yang penuh corak (jerawat, komedo, bintik hitam, dll), bau badan, atau kulit yang menghitam. Ayo, acungkan tangan yang senang disinggung kekurangan fisiknya!!😀

Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada seorang pun yang senang ketika mendapat kata-kata mengenai kekurangan fisik yang dialami. Setegar-tegarnya orang, ketika kekurangan fisiknya disinggung, hati kecilnya pasti berontak, walaupun hanya sedikit dan sebentar. Menurut saya, itu hal yang wajar. Tetapi, orang yang menyinggungnya tentu saja tidak bisa dikatakan wajar. Justru itu adalah salah satu perbuatan tidak terpuji yang harus kita jauhi. Coba kita perhatikan contoh-contoh kalimat menyinggung berikut ini.

“Hahahahaaaaa… Hey, Jon! Makin raksasa aja, Lu! Sehari makan berapa bakul?? Hahahaaaa…” Dodi menyapa Jono yang selama ini ingin menurunkan berat badannya dan selalu gagal diet.

“Ya, ampuuuun….Itaaaaa… Hamil berapa bulan, Jeng?” Ita yang perutnya gendut karena akhir-akhir ini hobi makan malah dibilang hamil.

“Din, kok muka kamu jadi jerawatan gitu, sih? Kok muka kamu jadi kotor gitu, sih?” Wajah Adinda yang berjerawat dan berminyak pun tak luput dari celotehan temannya yang menyakitkan itu tanpa ada solusi sedikit pun. Hanya ingin berkomentar saja. Padahal selama ini, Adinda tengah berusaha menghilangkan jerawat dan mengurangi minyak di wajahnya. Usahanya itu tiba-tiba terasa sia-sia setelah temannya menyinggung hal yang tidak ia sukai.

“Diraaaa…. Ya, ampuuun.. Kok muka kamu jadi jerawatan gitu, sih…??” Ah, Nisa tak bisa mengontrol kata-kata dan volume suaranya. Dira sangat malu dibuatnya. Bagaimana tidak? Nisa bertanya seperti itu pada Dira di hadapan pacarnya dan orang-orang yang melewatinya. Mungkinkah Nisa melakukan itu agar semakin dipuji oleh pacarnya karena wajahnya yang cantik dan bersih itu? Hhh.. Entahlah.

“Kurus banget sih lu, kayak tengkorak idup!”

“Ih, kok kamu jadi item gitu, sih? Jelek, tau!”

Waduh.. Jangan sekali-kali deh kita bilang semua itu sama temen kita. Atau, kalau memang kita punya tujuan baik, cobalah untuk memperhalus bahasa dan berikan solusinya. Misalnya begini:

“De, kok jadi banyak jerawatnya? Cieee.. Kayaknya banyak yang jatuh cinta sama kamu, nih.. Haha.. Coba deh konsultasi sama dokter A. Mudah-mudahan aja lama-lama bekas jerawat kamu ilang. Aku juga dulu gitu. Sekarang udah ngga.”

Atau:

“Ra, kamu jerawatan gitu jadi makin keliatan dewasa, loh. Hehe.. Pake krim B aja, Ra. Biar ga nambah terus jerawatnya.”

Tips: Bilangnya jangan di depan banyak orang.

Contoh baik yang saya berikan juga belum tentu bisa diterima dengan baik oleh semua orang. Tergantung pada situasi dan kondisi orang yang berjerawat itu (misalnya). Kalau ga punya niat baik, mendingan diem aja, deh. Cukup kaget dan berkomentar aja dalam hati.

Menurut saya, dalam hal ini, diam lebih baik. Kecuali kalau memang orang tersebut sudah sangat dekat dengan kita dan mengerti bagaimana gaya bahasa kita, sehingga kemungkinan besar ia tidak akan memasukkannya ke dalam hati dan justru berlanjut menanyakan apa solusinya.

So, be careful with your argument!! It can make her/him happy. But, it also can make her/him feel so sad.

That’s my argument. Are you agree with me? It’s up to you. See you!!😀

Sumber Gambar :

http://blog.student.uny.ac.id/pelangilova/category/education/

5 thoughts on “Be Careful With Your Argument!!

  1. nice article,,
    setujuu banget, kalo kita mau berargumen mending dipikirin dulu, kalo gak bisa nyampeinnya secara baik2 mendingan diem aja,, hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s