Belajar dari Siswa yang “Hebat”

Sore itu.. Di bulan Ramadhan.. Di tempat saya mengajar..

Saat itu saya sedang menunggu waktu pulang karena jam mengajar saya sudah habis. Setelah bel kelas terakhir berbunyi, keluarlah seorang siswa kelas 7 SMP dari salah satu kelas. Dia sangat menarik perhatian saya. Kakinya.. Mengapa ia begitu sulit berjalan? Mengapa kedua kakinya sangat miring kesana kemari tak karuan? Anak itu dituntun oleh staf sampai akhirnya ia duduk di kursi.

Karena saya sangat penasaran, maka saya pun mendekati anak itu. Ternyata ia sedang menunggu ayahnya. Anak lelaki ini terlihat sangat pendiam dan pemalu. Saya jadi harus bertingkah lebih aktif agar ia tak canggung. Perlahan ia mulai tersenyum dan tertawa melihat tingkah dan mendengar gaya bicara saya. Jujur, saya senang sekali bisa membuatnya gembira.πŸ˜€

Hampir semua pertanyaan saya untuknya dijawab dengan kata “lumayan”. Bagaimana prestasinya di sekolah, bagaimana suasana kebun binatang Ragunan, bagaimana pendapatnya tentang guru matematika yang mengajar di kelasnya. Semua itu, sekali lagi, dijawabnya dengan kata “lumayan” sambil tersenyum menampakkan gigi-giginya yang tersusun rapi. Manis.

Sekian menit berlalu, dan ayahnya belum juga datang menjemput. Hari sudah semakin senja. Waktu untuk berbuka puasa semakin dekat. Rasa penasaran saya pada kakinya itu sudah tak dapat terbendung lagi. Setelah saya berhasil “mengambil hatinya”, saya pun mulai berani menanyakan perihal kakinya yang terlihat tidak biasa itu.

MasyaAllah.. Ternyata kedua kakinya itu, sebelah kiri dan kanan, adalah kaki palsu. “Dari kecil,” begitu katanya. Pikiranku langsung membayangkan bagaimana kesulitan yang sudah ia hadapi sejak kecil. Ah, anak ini sungguh tangguh. Ia masih bisa tersenyum dan tertawa dalam keadaan yang mungkin bisa membuat saya frustasi itu. Rasa kasihan sekaligus rasa kagum saya pada anak itu tumbuh begitu saja dan saya ekspresikan lewat kata-kata motivasi untuknya. Sungguh hebat anak itu. Saya jadi malu sendiri sekaligus termotivasi. Saya anggap ini sebagai teguran dari Allah untuk saya agar saya senantiasa bersyukur dengan keadaan saya yang, Alhamdulillah, normal ini.πŸ™‚

Orang tuanya. Saya juga sangat kagum pada kedua orang tuanya. Anak ini bisa tangguh juga pasti berkat kedua orang tuanya yang sabar dan selalu memotivasi. Salah satu buktinya adalah ayahnya sangat setia meluangkan waktu untuk menjemput anaknya yang kesulitan berjalan itu. Adzan Maghrib sudah hampir tiba. Ayah yang ditunggu-tunggu anak itu pun tiba dengan mengendarai motor bebek. Anak itu terlihat senang. Setelah berpamitan pada saya dan staf yang sedang bertugas, anak itu pun bergegas menghampiri ayahnya dengan langkah yang tergopoh-gopoh, masih dengan kaki palsunya yang posisinya sudah tak karuan. Kasihan.

Ayahnya tidak membiarkan anak itu berjalan terlalu lama. Segeralah beliau turun dari motornya dan, juga, menghampiri anaknya. Suatu pemandangan yang, menurut saya, luar biasa dan membuat saya terharu adalah Sang Ayah yang menggendong anaknya yang sudah bukan anak kecil lagi. Kemudian mendudukkannya di atas motor. Subhanallah.. Saya bertasbih dalam hati sambil tersenyum ke arah mereka berdua. Lambaian tangan saya untuk anak itu dibalas dengan senyumannya yang manis. Dan mereka pun hilang dari pandangan saya, menuju rumah mereka untuk berbuka puasa.

Tak ada kata-kata yang lebih indah dari “Alhamdulillaahirobbil’aalamiin” yang bisa saya ucapkan atas pertemuan saya dengan anak itu. Sekali lagi, saya belajar dari siswa yang menginspirasi. Siswa yang “hebat”.πŸ™‚

Referensi Gambar :

2 thoughts on “Belajar dari Siswa yang “Hebat”

  1. jika mengeluh karna sepatumu yg lusuh, ingatlah anak kecil di atas, tidak mengeluh dan semangat penuh.. patutnya kita bersyukur yaπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s