Senja yang Hampir Berlalu

Bayangan itu muncul seketika

merasuki seluruh hati dan pikiran si dingin

parah dan semakin parah

namun pintu hati perlahan terbuka

menampakkan kekosongannya

dan malu pada senja

Teringat wajah tak bertopeng

ialah mawar yang tak berduri

yang setia pada rasa sayang tak terbalas

hampir terlupakan

tak dilirik

senja yang malang

pesona keindahan yang terlewatkan

Si dingin terlena pada kesakitan

terjebak dalam kekeliruan

menikmati jiwa yang diselimuti abu

sebentar hujan, sebentar api, sebentar salju

mencintai kelabu, menunggu hal yang tak kan muncul

harapan indah nan kosong, mengukir lubang dalam hati

Kini abu telah terbang bersama angin

dan senja datang menyapa

bersama mawar yang masih tak berduri

hangatkan si dingin yang tersadar

Jangan, jangan dulu berlalu, wahai senja

atau janjikan esok kau kan kembali

sampai kepastian datang

bahwa kau adalah cinta

atau hanya senja semata

 

dinidyani_121211

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s