Tragedi Belatung (Bagian – 1)

Assalamualaikum, teman-teman dini’s diary!!

Apakah kamu sedang makan sesuatu sambil membaca tulisan ini? Lebih baik habiskan dulu makananmu, nanti dilanjutkan lagi bacanya. Atau tidak usah membacanya sama sekali. Tapi, kalau kamu termasuk orang yang cuek, oke, silakan lanjutkan membaca.😉

Dua minggu yang lalu, telah terjadi sesuatu hal yang menjijikan. I call this “Shocking Experience”. Begini ceritanya:

Hampir satu minggu saya liburan di Bandung. Senang rasanya bisa menghabiskan banyak waktu di kota asal saya ini (Kota? Hmm.. Kabupaten lebih tepatnya. Karena perumahan saya terletak di ujung Bandung Timur, kebanyakan orang bilang “Bandung coret” alias Bandung pinggiran. Hahahaa.. :D). Namun, pada akhirnya, saya tetap harus kembali ke Jakarta, tempat dimana saya bekerja dan mencari sejuta pengalaman.

Sesampainya di kamar kost, saya segera membereskan barang bawaan saya dari Bandung dan langsung berangkat kerja. Sepulang kerja, saya kembali ke kamar kost dan beristirahat. Saya merebahkan tubuh saya di atas kasur dan kepala saya di atas bantal. Saya menarik napas panjang. Betapa lelahnya hari ini. Baru datang dari Bandung sudah harus langsung bekerja. Saya berdoa sambil memejamkan mata dan memeluk guling. Tak lama dari situ, saya pun terlelap.

Keesokan harinya, saya melakukan rutinitas seperti biasa. Bersiap-siap untuk bekerja di pagi hari, dan pulang di petang hari. Di malam harinya, saya selalu menyalakan laptop, aktifkan modem, lalu ber-internet ria sebagai hiburan. Semua akun yang saya punya saya buka saat itu juga. Facebook, WordPress, Yahoo, dan Multiply. Mungkin kebanyakan orang menghabiskan malam minggu bersama kekasihnya (yang belum tentu halal). Saya lebih memilih untuk berkegiatan di kamar. Laaalalalaaaalalalaaa.. Saya sangat menikmati sesi komunikasi yang satu ini. Tak terasa jam doraemon pemberian paman saya sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Sudah saatnya untuk saya beristirahat.

Setelah mematikan laptop, cuci muka, dan sikat gigi, saya pun kembali merebahkan diri di atas kasur dan tak lupa berdoa sebelum tidur. Namun, ketika hendak memeluk guling, telapak kaki saya menginjak sesuatu yang kecil dan kenyal. Mungkin nasi, pikir saya. Lalu saya mencoba menyingkirkannya dengan kaki saya. Uuugh.. Susah sekali menyingkirkannya. Lama-lama saya jadi geli juga. Dengan penuh rasa malas, saya yang sudah dalam posisi siap tidur ini terpaksa harus bangun untuk menyingkirkan nasi yang tidak pada tempatnya ini.

Ketika saya hendak mengambilnya, seketika itu pula saya melompat dan menjauh dari kasur sambil menutup mulut saya dengan tangan kanan. Jantung saya berdegup kencang. Kaget. Ternyata yang tadi saya singkirkan dengan kaki itu adalah seekor belatung!! Ada belatung di tempat tidur saya!! Belatung dari mana ini?? Seingat saya, saya tidak pernah membeli sayur yang kemungkinan berbelatung. Saya juga tidak pernah membiarkan keresek berisi sampah berlama-lama di kamar, selalu saya buang setiap hari. Apa mungkin dia masuk dari pintu kamar? Kok bisa dia berjalan sampai ke kasur saya? Dasar belatung enggak sopan!! >.<

Dengan sekuat tenaga, saya pun menyingkirkan belatung itu dengan menggunakan sapu lidi. Lalu, saya semprot dia dengan obat nyamuk. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran saya, enggak mungkin dia datang sendirian. Saya pun memberanikan diri mengangkat kasur saya perlahan-lahan. Dan… Astaghfirullaahal’adziim!!! Benar saja!!! Dia enggak sendirian!!! Saya enggak berani menghitung ada berapa banyak belatung di bawah kasur saya. Tapi menurut perkiraan saya, mereka bersepuluh, bahkan lebih!!

Tubuh saya mendadak merinding. Napas saya enggak karuan. Jantung berdegup semakin kencang. Kepala saya mulai pening. Penglihatan saya agak kabur. Air mata pun tak terbendung lagi. Saya menangis sejadi-jadinya. Takut. Tak bisa berbuat apa-apa. Untuk menyingkirkan satu belatung saja saya membutuhkan banyak tenaga dan keberanian. Lalu bagaimana cara menyingkirkan belasan belatung ini???

Anehnya, rasa penasaran saya belum habis juga. Sambil menangis, saya memberanikan diri mengangkat bantal yang biasa dijadikan alas kepala saya. Dan… MasyaAllaah!!! Di bawah bantal juga ada!! Kurang lebih sekitar lima belatung. Dengan spontan, kedua tangan saya memegang leher saya. Kepala saya sibuk bergerak ke kanan dan kiri. Mata saya dengan cepat dan jeli memeriksa apakah ada belatung yang sedang merayap di baju saya. Segera saya melepaskan jaket yang saya pakai dan memeriksanya juga. Tersiksa.

Teman-teman, belatung ini bukan belatung biasa. Bukan belatung kurus kecil yang ada di sayuran. Belatung ini lebih mirip dengan belatung yang biasa ada di tumpukan sampah. Warnanya putih, ukurannya lebih besar dari beras, tubuhnya gendut dan berbuku-buku, dan jalannya cukup cepat. Dan saya tekankan sekali lagi, tubuhnya gendut dan berbuku-buku. Bukan satu, melainkan banyak!!! Mereka semua saya semprot juga dengan obat nyamuk. Saya semprot terus, terus, dan terus. Berharap mereka semua mabuk dan mati di tempat.

Tengah malam begini, tentu tak satu pun anggota keluarga saya yang bisa saya hubungi. Kenapa? Karena kebiasaan di rumah saya, kalau sudah waktunya tidur, semua handphone dinonaktifkan, kabel telepon rumah juga dicabut. Masih sekamar dengan belatung-belatung itu, saya terus mencoba menghubungi siapa pun yang bisa saya hubungi, terutama sahabat-sahabat saya. Dari empat orang yang saya hubungi, hanya satu yang menanggapi. Mungkin karena yang lain sudah terlelap.

Senjani Nurul Aeni. Biasa dipanggil Eja. Dialah satu-satunya sahabat yang membalas sms saya. Bahkan mungkin karena khawatir, ia pun menelepon saya. Saya yang kala itu masih terbawa emosi, menceritakan segala hal yang terjadi padanya sambil menangis. Ketika saya sedang mengobrol, tiba-tiba saya melihat dua belatung keluar dari bawah kasur. Ya, pasti itu karena di bawah kasur sana sudah pengap dengan obat nyamuk. Uugh.. Ternyata mereka tidak bisa mati dengan cepat kalau hanya diberi obat nyamuk. Mereka malah mencari jalan keluar dari bawah kasur dan semakin mengancam saya di kamar yang tidak begitu besar ini. Bagaimana ini. Ke luar kamar pun saya tidak berani karena ini sudah tengah malam. Tidak ada jalan lain. Mumpung sedang ada teman, meski hanya di balik telepon, saya pun memberanikan diri menutup belatung itu dengan tisu lalu memukulnya sekuat tenaga dengan menggunakan sapu lidi hingga belatung itu tak berdaya.

Kecemasan saya berkurang setelah ada teman yang bisa diajak sharing meski teman itu pun tak bisa membantu saya menyingkirkan belatung-belatung itu. Dengan adanya teman, akhirnya saya bisa tersenyum dan tertawa lagi di tengah-tengah ancaman belatung. Setelah saya sedikit tenang, saya pun menutup telepon dan kembali menyalakan laptop dan memasuki dunia maya sambil menunggu pagi tiba.

Ketika saya sedang asyik dengan laptop, tiba-tiba mucul dua ekor belatung di sebelah kanan dan kiri saya!! Spontan saya berdiri. Napas saya kembali kacau. Kepala saya pening lagi. Saya juga menangis lagi. Saya terus-menerus dihantui oleh para belatung itu. Saya tidak mengerti dari mana mereka berasal. Kenapa mereka bermunculan dari arah yang berbeda-beda?? Saya semakin stress. Asam lambung saya terasa meningkat karena dipicu oleh stress. Waktu terasa begitu lama. Dinginnya malam mulai saya rasakan. Saya terus bertahan dengan laptop saya sambil terus waspada. Melihat ke segala arah. Takut belatung-belatung itu tiba-tiba sudah ada di dekat saya.

Adzan shubuh berkumandang. Saya segera mengambil wudlu dan shalat. Tentu saja shalat pun jadi tak tenang. Astaghfirullah.. Saya berdoa untuk memohon perlindungan pada-Nya sambil menangis. Setelah shalat, saya kembali mencoba menghubungi keluarga saya. Alhamdulillah, akhirnya bapak menghubungi saya. Seketika itu emosi saya kembali meningkat. Saya tak kuasa menahan stress yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman. Lagi-lagi saya menangis. Tangisan saya masih saja bertenaga meski badan sudah sangat lemas. Dari balik telepon, bapak menyuruh saya untuk segera mengambil tindakan, yaitu meminta bantuan pada tetangga. Beliau khawatir kalau semua yang saya lihat itu hanya halusinasi belaka karena akhir-akhir ini saya sering kelelahan.

Akhirnya, dengan penuh rasa malu, saya mengetuk pintu kamar no. 5 untuk meminta bantuan. Alhamdulillah, dia mau bantu. Dengan penuh keberanian, ia memasuki kamarku yang bernomor 3 ini.

“Dimana belatungnya?” Tanyanya.

“Di bawah kasur sama di bawah bantal, Mbak.”

Tanpa basa basi, ia langsung merombak tempat tidur saya. Satu per satu sarung bantal dilepasnya.

“Oh, iya. Itu ada.” Pernyataannya membuat saya lega dan yakin bahwa apa yang saya lihat itu bukanlah halusinasi melainkan kenyataan. Sekarang tiba saatnya kasur saya diangkat. Dan benar saja, mereka semua yang saya semprot semalam masih hidup!! Uuugh.. Tubuh saya kembali merinding dibuatnya. Salut saya sama Si Mbak. Tanpa rasa geli sedikit pun, ia menyapu semua belatung itu dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di luar kamar. Hebatnya lagi, dengan mudahnya Si Mbak bilang, “Belatung kok lucu begini, ya?”

“Haaah?? Lucu?? Maksudnya??”

“Iya, belatungnya besar-besar dan gemuk-gemuk.”

“Ya ampun, Mbak.. Masa yang gitu disebut lucu..” Ada-ada saja Si Mbak ini. Tapi saya salut padaya. Hebat. Selesai membersihkan semua belatung di bawah kasur dan bantal, Si Mbak kembali ke kamarnya. Tak lupa saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. Saya sangat merasa tertolong. Kini, kamar saya berantakan.  Seharusnya hari ini saya bekerja. Tapi keadaan saya sangat tidak memungkinkan untuk bekerja. Pikiran saya masih kacau. Badan saya lemas. Kepala saya pening. Mata saya terasa panas. Wajah saya masih dipenuhi dengan jejak air mata. Hidung saya juga masih merah. Hampa.

Handphone saya berbunyi. Sms dari bapak saya. Beliau menanyakan bagaimana kabar saya dan belatung-belatung itu. Lalu saya jelaskan dengan singkat sambil melaporkan bahwa hari ini saya tak sanggup bekerja. Lelah, ingin tidur. Tak lama kemudian, bapak membalas sms saya. Ga apa-apa. Sok, tidur aja. Bapa mamah lagi di perjalanan menuju Jakarta. Saya sangat terkejut dengan sms itu. Bagaimana tidak? Saya sama sekali tidak meminta mereka untuk datang melihat keadaan saya. Sungguh, saya sangat terharu. Air mata saya pun masih sanggup meneteskan air untuk rasa haru ini sampai akhirnya saya terlelap di dalam kamar yang berantakan. Bisa menebak saya bermimpi apa? Ya, mimpi saya tidak jauh dari belatung. Istirahat yang menyiksa.😦

Akhirnya orang tua saya sampai juga di kamar saya. Mereka datang di saat saya masih tertidur. Saya pun memaksakan diri untuk bangun. Menyambut makanan-makanan yang mereka bawa untuk saya. Nikmat. Saya kembali menceritakan segalanya dengan detail. Saya jadi tersadar bahwa saya sudah tidur bersama belatung itu selama satu malam tanpa saya sadari. Alhamdulillah, Allah menakdirkan saya untuk menginjak salah satu belatung hingga belatung-belatung lainnya bisa saya temukan. Saya tidak bisa membayangkan jika saya tidak menemukan mereka dalam waktu yang lebih lama. Mungkin mereka sudah tumbuh lebih besar dan besar lagi. Hiiiiiiiiiiii………

Dengan Basmalah, kami pun merombak habis kamar kost saya. Kami membersihkan kamar dari sudut ke sudut. Dan ternyata belatung-belatung itu tidak hanya di bawah bantal dan kasur saja. Mereka ada di tempat-tempat lain juga!! Barulah dari situ orang tua saya tahu jenis belatung yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman.

Setelah semuanya bersih, bapak menenangkan dan meyakinkan saya bahwa di kamar ini sudah tidak ada belatung yang tertinggal. Semua sudut sudah dibersihkan. Hari itu juga kedua orang tua saya kembali ke Bandung. Malamnya, Alhamdulillah saya bisa tidur dengan nyenyak meski belatung belum bisa enyah dari mimpi saya.

Satu hal yang masih dipertanyakan, dari mana belatung-belatung itu berasal…

NB : Masih ada lanjutannya, loh!! ^^
Silakan klik link ini : Tragedi Belatung (Bagian – 2)

36 thoughts on “Tragedi Belatung (Bagian – 1)

  1. Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh……..wah wah setelah membaca nota nota atau cerita di atas saya kok ikut geli gemann…….ya hee hee heee apa apa pun syukur belatung(ulat kalau di singapura) tidak masuk di mana mana tubuh kamu yaaa….syukur banget…..eh…mungkin ada mayat loh di bumbung rumah atau di sembunyikan hee heee heee oh onggak kali, saya bercanda yaaaa……..semoga pengalaman ini tidak menjejjas hari hari yg mendatang yaaa…..di tunggu lanjutannya…….

  2. “The past is dead. The future is imaginary. Happiness can only be in the eternal now moment. So, do what you can do now!”

    membaca motto kamu saya pasti kamu orang yg kuat semangat…..deh

  3. wah, googling di internet trnyata ada juga kasus yg sama..
    Mba Dini, cewe saya jg tau2 maghrib2 telpon histeris gara2 ada belatung di bawah bantal, dia takut klo ini ada hubungannya sama santet, klo sy sih positive thinking aja.. sy sma cewe sy LDR jd gk bs bantu apa2 selain nenangin dia, tp bingung jg penyebab ilmiahnya apa T_T
    maksud sy supaya dia gk berpikiran kearah guna2/santet, jd kan lebih tenang.. Mba Dini penyebabnya apa yah, kapan Part II nya muncul, hadeeu pengin bacaa… (moga2 penjelasannya ilmiah dan gk ada hubungannya ama alam gho’ib)..😥

    • Waaaah,, ternyata saya engga sendirian, ya! ^^
      InsyaAllah bukan santet. Kita memang harus menjauhkan diri dari pikiran-pikiran seperti itu.
      Tunggu penjelasan real-nya di “Tragedi Belatung Bagian 2”, ya!
      InsyaAllah terbit sebentar lagi.🙂

      • Assalamualaikum… kasusnya sama nih mbak, sembari baca blognya ini saya masih waspada karena belatungnya masih muncul tiba-tiba entah dari atap atau dari bawah karpet (awalnya tadi saya sontak kaget karena ada belatung besar yang tiba-tiba muncul di lantai, dicari asal muasalnya masih belum jelas betul bersumber dari mana.. tadinya ada beberapa ekor (kurang lebih 5 belatung) saya temukan di karpet/di bawah bantal *astagfirullah* lalu sudah dibereskan dan dibuang keluar rumah, saya kira cukup sampai disitu saja tapi sampai saya googling dan mengetik balasan di blog mbak Dini ini, si binatang satu ini masih muncul 1 1.. entah dari plafon atau dari mana..

  4. hehe, iya, dan entah kenapa, cara paniknya pun sama, ha2, sama2 disemprot pake obat nyamuk tapi masih bandel aja itu ulet lucu :p
    ya, betul, kita mmg harus jauh2 dari pikiran mcm itu🙂
    oke2 mba, ditunggu lanjutannya😀

  5. yassaLam,,,,,,,,,,,,,,,,
    n0n Dini,,,,,,,,
    crita’a sama ky aQ,,,,
    uh,,,,,,,,
    msaLah’a yg ini Aq lg shoLat sunnah, eh uda tahiyaT trakhir c,,,, ”PLEK!!” bLatung’a mndarat tpaT d hdapan aQ, jatuh bgitu sajJa tnpa mngucapkan salam terLbih dahulu. Innalillahi,,,,,, suer, shoLat’a g konsen!! Kaget stengah hidup!! nXt sTLah salam,,,,,,,,,
    ugh,,,,,,,, pkiran’e kmana2 dwe o.O ya Allah,,,,, tulunglahhambamu,,,,
    mm,,, emg bLatung g najis, cuma mnjijikan,,, v aQ jd ragu, gmn y,,,, mm,,,, pkaian shalat Q bsa d pk lg g??? sparo hati bLang “gpp itu tidak najis kuk,,,^^” nh, yg satu lg kbingungn… eh, jd’a Q krim sms yg ngbahas tntang hukum’a bLatung k tmen”. Uda ky fb aza,, pkok’e d tag2in lwat sms bahtsu masail under d’ tilleeee,,,,,,,, bLatung!! Pk krim k bnyakan.
    BLesan argumen mrk,,,, alhamdulillah,,,,, mnjawab kgundahan yang merekah. Mmm,,, MYB bLatung itu d krim wt BAHTSU MASAIL kale yakzz ehe,,,, lumayan,,, nambah ilmu^^ ato,,, daku lah yg trLalu bnyk dosa. Astagfirullahal’adzim,,,,, Mm,,, kt ibunda terCayang, diriku bnyk2 istigrfar azah^^ Huft, huft.
    &,,,,,, sama juga,,,,,,, ngobrak-abrik kmr brg mamah, ternywata!!!!! bLatung’a ada d balik lemari,,,, hmh,,, wallahu’alam, g tw dr mna BLATUUNG2 itthu,,,, brasaL^^

    • Waw.. Sesuatu. Hehe..😀
      Tentang pakaian shalat, kalo ragu dan pengen bersih, kan tinggal dicuci aja.. 🙂
      Udah dicek ke atap, belum? Siapa tau ada bangkai di sana. Pokonya stay cool aja. Jangan sampai mikir ke arah yang aneh-aneh.🙂
      Thank’s for visiting and sharing in my blog. Jangan bosen-bosen mampir, ya.🙂

  6. di kamar ku skrang ada belatung beberapa di kasur , di lantai , kadang d bawah bantal besar dan gemuk , sama sperti di cerita dini , makanya aku search google tentang belatung , ee nemu crita dini ini ..
    aku bingung harus gmn di kamar kosku ini😥 mau tidur jadi gak nyenyak , parno bgttt

    • Iya, dulu saya juga gitu. Ga bisa tidur sama sekali. Takut.
      Jangan lupa untuk periksa sekitar kamar, termasuk atap kamar. Semoga di sana memang ada bangkai atau apapun yg membusuk supaya jadi jelas penyebab datangnya para ‘tamu kecil’ itu. hehe..🙂

      • Tempat sampahnya di dalam atau di luar kamar? Kalau memang tempat sampahnya di luar kamar, jangan dibiarkan kehujanan.. mungkin saja tempat sampah jadi lembab karena kena air hujan.
        Kalau tempat sampahnya di dalam kamar, usahakan setiap akan meninggalkan kosan, sampahnya dibuang terlebih dahulu. Oke?

        Semoga tidak terjadi lagi, ya.😉

      • Waaaah.
        Ini komennya udah lama bangeet..
        Semoga sekarang udah ga ada belatung lagi ya.🙂

        Saya juga ga tau gimana ngebasminya.. mungkin isi tempat sampahnya ga boleh terlalu lama dibiarkan. Harus segera dibuang ke tempat pembuangan sampah yang lebih besar.
        (_ _”)

  7. Wah, kejadian ini baru saja menimpa saya. hampir seminggu lalu kamar saya diserang puluhan belatung. Entah dari mana datangnya yang pasti merek berserakan di atas kasur, bantal dan lantai. Hari itu juga saya kerja bakti membersihkan kamar dan tiga hari lamanya tidak tidur dikamar sambil nunggu kamar steril. Setelah satu minggu, saya kembali tidur di kamar, tapi hilang belatung muncul pula lalat-lalat kecil. Penasaran lalu saya googling, ternyata lalat-lalat itu berasal dari belatung yang sudah metamarfosis. Pertanyaannya pun sama dari mana belatung-belatung tersebut? dugaan saya berasal dari plafon tapi karena plafonnya tinggi sulit saya cek.

  8. sama nih, sy lemes banget harus gimana,,, sekarang ini di wc,, lg ada belatung,, gemuk2 n berbuku2 😥 dan ga tau dimana letak yg menyebabkan tragedi ini,ga tau mesti gimana, jd sy online.. ga nyambung banget kan ?😦

  9. ohhhhh maggooottttt…..kjadian ini br sj menimpa sy semalam,.udh mati lampu,tengah malam pula.

    12.47am pas lg nyenyak2nya tidur tiba2 ada yg menggerayang di betis sy,tdnya sy singkirkan dgn kaki kirain ada sisa es cendol yg nempel di kasur,tp bbrapa mnit kmudian barang itu dtg lg menggerayangi paha sy,tp krn msh ngantuk berat sy gap barang itu dgn tangan tp mata msh tertutup..bgitu sy gap langsung aja sy plintir2 barang itu..tp kok kenyalnya lain,sontak sy lngsung kepikiran kok es cendol bisa halus & berdenyut2 gitu ya..lagian sp jg yg hbis makan es cendol di kamar ini,,reflexxx barang itu langsung sy lemparkan ke tembok di dpan sy,,hening cipta pun dimulai.sy langsung terbangun & jd merinding.krn mati lampu sy meraba korek zippo yg slalu sy sediakan di dkat jendela kamar..takut & penasaran akhirnya sy nyalakan korek,mencari makhluk apa yg sy buang td..bgitu fokus..Naudzubilahminzalik !!!!!! ternyata belatung gemuk sehat & kenyal !!!
    sy arahkan nyala korek ke tmpat lain trnyata para brotherhood sdh bergerilya di atas kasur..hugggggsssssss,,mungkin ada skitar 7 – 8 biji.,,langsung sj sy tinggalkan kamar 1 – 2 jam sampe lampu menyala..sy beranikan diri masuk ke kmr dgn menyapu smua belatung dgn sapu ijuk..sampe bersih smua,tp trnyata 1/1 belatung itu mulai merayap lg..& ternyata berasal dari bawah kasur springbed sy.bgitu kasur sy angkat ternyata pemandangan lebih thriller !!! skitar 8 – 10 belatung merayap2 di sekitar kasur & lantai..aseli serammm,sampe sy brfikir apa salah & dosaku ( ohh..Tuhan )

    setelah sy bersihkan semua sy jd ga bisa tidur lg sampe pagi..& sampe skarang sy msih menerka2,apakah ini ada hubungannya dgn mistis atw apalah itu yg jelas bagi sy ini kejadian paling aneh yg pernah sy alami…brrrrrrrrrrrrrrrr ( mungkin terlalu lebay kali yah..tp bgitulah storynya teman :)) )

  10. Pingback: Tragedi Kecoa | dini's diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s