Dalam Penantian

Ternyata memang benar adanya.

Memaafkan itu sesungguhnya mudah.

Tetapi, melupakan rasa sakit hati itu butuh waktu, atau mungkin malah akan selalu teringat sepanjang waktu.

Itulah alasannya mengapa kita sebisa mungkin tidak menyakiti hati orang lain.

Bisa jadi seseorang terluka sepanjang hidupnya karena perkataan atau perbuatan kita yang sangat menyakiti hatinya.

Papan kayu yang mulus mempesona bersandar dengan manisnya.

Lalu seseorang hadir membawa paku-paku.

Ia menusukkan paku-paku itu pada papan kayu sedalam-dalamnya.

Lagi dan lagi.

Dipukul, dan terus dipukul dengan kerasnya.

Tak lama kemudian orang itu tersadar bahwa ia telah salah menempatkan paku-paku tersebut dan berusaha untuk mencabutnya.

Dengan usaha maksimal, akhirnya paku-paku itu berhasil dicabutnya.

Namun apa yang terjadi?

Papan kayu jadi berlubang, tak utuh lagi.

Begitu pun dengan hati ini.

Sepertinya sudah berlubang.

Bahkan beberapa luka terlihat mencoba bertahan dan tersenyum paksa.

Di kanan, kiri, depan, juga belakang.

Tak lagi utuh.

Terlalu sakit untuk disentuh.

Bagaimana bisa melupakan sesuatu yang menyakitkan ketika luka-luka itu masih jelas terasa?

Hati kecil ini mencoba menjawab, “Kita pasti bisa. Ada Allah yang akan selalu setia menolong kita. Ingat janji-Nya: setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Jadi, bersiaplah menerima kemudahan itu. InsyaAllah, Allah akan hadirkan seseorang yang sedikit demi sedikit bisa menutupi luka dengan kebahagiaan, bahkan mengubah luka menjadi kenangan manis. Janganlah menyibukkan diri mengingat masa lalu itu. Lebih baik kita terus melangkah untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dan dewasa. Meraih mimpi yang mungkin sempat tertunda Biarlah rasa sakit ini menjadi ladang amal untuk kita.”

Baiklah.

Ku pandang masa laluku sebagai pelangi satu warna.

Lalu akan ku tambahkan banyak warna padanya agar menjadi lebih indah.

Bukankah Allah begitu menyayangiku?

Memberiku kesempatan untuk naik derajat di hadapan-Nya.

Menjadikanku hamba yang kuat.

Hingga sanggup melukis pelangi kehidupan yang indah.

Allah Yang ku sayangi..

Kuatkanlah hamba dalam menempuh hidup ini.

Bimbinglah langkah hamba selalu, agar senantiasa berada di jalan-Mu.

Menjadi hamba-Mu yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Agar penantian ini berbuah manis dan diridhoi oleh-Mu.

Allah sebaik-baik Pelindung, Pembimbing, dan Penolong hamba-Nya..

Izinkanlah hamba bertemu dengannya, melangkah bersamanya, untuk menggapai ridho-Mu.

Siapapun dirinya..

Lindungilah ia untukku.

Bimbinglah ia di jalan-Mu agar kelak ia bisa membimbingku dengan kasih sayang-Mu.

Berikanlah kesehatan dan kekuatan padanya agar kelak ia bisa melindungiku dengan cinta kasih-Mu.

Lancarkanlah pekerjaannya agar kelak ia mampu bertanggung jawab dengan rezeki dari-Mu.

Inilah doaku. Harapanku.

Semoga Allah meridhoi.

Amin..🙂

_dinidyani_

2 thoughts on “Dalam Penantian

  1. berbahagialah orang yg mendapat doa itu…
    ad du’a fi zhohril goib mustajabun.
    doa terhadap org yg tidak kenal pasti di ijabah. amiiiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s