“Bukber” di Bulan Ramadhan


Hey, hey, hey!! Assalamualaikum, teman-teman! ^^

Sekarang kita sudah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hampir dapat saya pastikan bahwa teman-teman sudah pernah “bukber” alias buka puasa bersama dengan sahabat atau rekan kerja. Bisa juga dengan teman-teman lama (SD, SMP, SMA, bahkan teman-teman kuliah) sambil reuni. Bukber ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita. Rasanya ada yang kurang jika tidak sekali pun buka puasa bersama teman-teman.

Betul, bukber memang momen yang sangat baik. Dengan bukber, kita bisa mempererat tali silaturahmi dengan sesama. Tentu itu merupakan perbuatan yang terpuji. Terlebih lagi jika dilakukan di bulan yang penuh berkah ini. Bukber bisa saja menjadi ajang untuk menambah pahala kita. Namun, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Bukber bisa menambah pahala kita jika diiringi dengan perbuatan-perbuatan baik lainnya. Apa sajakah itu?

1. Menjaga tingkah laku dengan lawan jenis

Biasanya, nih, kalau bertemu dengan teman yang sudah sangat lama tidak jumpa, maka kita segera menghampirinya, kemudian berjabat tangan, cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri), dan memeluknya erat. Ya, ini sah-sah saja jika dilakukan dengan sesama pria atau sesama wanita. Lalu bagaimana jika itu dilakukan dengan lawan jenis yang jelas-jelas bukan muhrim kita? Nah, ini nih yang justru menimbulkan dosa di tengah suasana bukber. Jangankan di bulan Ramadhan, di bulan-bulan lain pun Islam melarang kita untuk bersentuhan dengan lawan jenis yang jelas bukan muhrim kita. Bersikaplah sewajarnya terhadap lawan jenis (baca: jangan lebay, please..). Toh ekspresi senang tidak harus ditunjukkan dengan sentuhan, kan? Jadi, ekspresikan rasa senangmu dengan tetap memperhatikan aturan Islam. Itu baru okey!πŸ˜‰

2. Tidak bergunjing

Duuuh… Apa lagi yang bisa dilakukan saat bertemu dengan kawan lama? Pastilah membicarakan aib orang lain tidak terlewatkan. Tentang si A yang usahanya bangkrut, lah. Tentang si B yang bercerai dengan pasangannya, lah. Atau si C yang wajahnya jadi jerawatan. Tapi inilah tantangan kita. Jangan mudah terpancing oleh pembicaraan yang tidak bermutu. Jaga lisan kita. Jangan sampai bukber menjadi ajang untuk pamer dan merendahkan orang lain. Bersikaplah santun. Siapapun tidak suka dirinya dipermalukan. Setuju? Nah, yang paling keren di mata Allah adalah kita menyediakan waktu untuk tausyiah atau sharing ilmu agama Islam sebelum berbuka puasa. Tentu itu sangat bermanfaat dan mendatangkan lebih banyak pahala. Kalau ini ada di dalam rangkaian acara bukber, wah, itu baru bukber yang top markotop!!πŸ˜€

3. Shalat Maghrib

Mengapa poin yang satu ini saya sebutkan seolah-olah banyak orang yang melanggarnya? Bukankah ini memang merupakan kewajiban bagi umat Islam? Tidak usah disebutkan pun poin ini menduduki kewajiban nomor wahid yang harus dilakukan. Ya, memang benar. Benar bahwa shalat adalah kewajiban setiap muslim, dan benar pula bahwa memang banyak muslim yang meninggalkannya saat menikmati bukber. Saya sangat sedih dan marah ketika melihat sekelompok muslim yang berbuka puasa bersama di sebuah restoran tidak pernah beranjak dari tempat makan, mulai dari berbuka puasa hingga adzan isya berkumandang. Saya masih bisa berpikir positif terhadap kaum wanita. Mungkin mereka sedang haid. Lalu, bagaimana dengan kaum pria? Apa yang membuat mereka tidak mendirikan shalat maghrib? Saya hanya bisa mengeluh dan menyayangkan dalam hati. Miris melihatnya. Sayang, saya tidak mempunyai keberanian untuk mengingatkan mereka. Saya hanya bisa menuangkannya dalam tulisan ini dan berharap kita tidak akan pernah melakukan hal buruk ini: meninggalkan shalat maghrib saat buka puasa bersama. Silaturahmi penting, namun shalat jauh lebih penting. Ingat, shalat adalah tiangnya agama. Jika tidak shalat, maka silaturahmi yang kita bina juga tidak akan berarti apa-apa.πŸ™‚

Bagaimana, teman-teman? Siapkah kita menjadi contoh yang baik bagi teman-teman kita yang lain? Mulailah dari diri sendiri. InsyaAllah apa yang kita lakukan termasuk dakwah. Dan alangkah baiknya jika perbuatan kita ditiru oleh teman-teman kita.πŸ™‚

Sumber Gambar

One thought on ““Bukber” di Bulan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s