Sedang Ingin Menulis

hujan-1
Sumber Gambar

Assalamualaikum, readers! Apa kabar? Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan dan perlindungan untuk kita semua. Aamiin..🙂

Sebelumnya, saya ingin berterima kasih pada semua pembaca yang “peduli” pada blog saya ini. Terima kasih telah bertanya, “Din, kok enggak pernah nulis lagi?”, atau, “Din, blognya kok enggak update? Mana tulisan barunya?” Saya sangat bahagia mendengarnya, seperti diberi dorongan hebat untuk terus menulis. Thank’s so much. It makes me feel like a real writer. Alhamdulillah..🙂

Pukul 23.00…

Saya duduk tepat di depan laptop hitam pemberian ayah saya. Sudah hampir dua tahun laptop ini menemani saya, membantu meringankan pekerjaan saya, menjadi penghibur di saat saya merasa sendiri di kamar kost. Laptop ini sempat kritis setelah terkena air hujan yang memaksa masuk lewat atap kamar saya saat hujan di luar sana begitu derasnya. Bukan satu atau dua tetes, melainkan puluhan tetes air hujan menetes tepat di atas keyboard laptop. Ini mengakibatkan beberapa tombol tidak berfungsi. Hampir saja saya kehilangan dia. Saya segera memberikan pertolongan pertama, dan Alhamdulillah air yang mungkin sudah membanjiri komponen di dalam laptop akhirnya bisa keluar dan laptop saya yang sempat kritis pun pulih kembali.🙂

Pukul 23.12…

Saya mulai mengingat kembali apa saja yang saya alami hari ini. Dan saya rasa, hari ini…menyenangkan. Sejak malam hari, Jakarta diguyur hujan bercampur angin. Mungkin musim hujan sedang berada di puncaknya. Sekarang pun angin sesekali masih bertiup kencang di luar sana. Tetapi semua itu saya nikmati saja. Jarang sekali Jakarta berada pada kondisi ‘dingin’ seperti ini.

Pagi tadi, kamar saya dikunjungi tetangga yang juga rekan kerja saya. Kami banyak bertukar pikiran, berbagi hal-hal positif, saling mengingatkan satu sama lain, tertawa bersama, dan…hey, melakukan semua itu sambil menikmati suara hujan serta dibelai angin yang diam-diam masuk ke dalam kamar itu sangat menyenangkan.🙂

Pukul delapan pagi, perut kami lapar. Kami harus mencari sesuatu untuk dimakan. Bubur, nasi uduk, lontong sayur, atau apapun itu untuk memenuhi kebutuhan sarapan pagi kami. Hujan yang tadinya deras, kini menjadi gerimis saja. Alhamdulillah, kami bisa mencari makanan ke luar dengan santai. Dari sekian pilihan makanan, akhirnya kami memilih bubur ayam sebagai menu sarapan. Setelah itu, kami kembali ke kamar saya untuk sarapan bersama. Baru saja sampai, hujan kembali deras. Subhanallah, tadi hujan tidak akan menjadi gerimis tanpa izin Allah. Syukur kami panjatkan bersama karena Allah telah memberi kami kesempatan untuk mencari makan.🙂

Kebersamaan kami harus berakhir dulu pukul sebelas siang karena masing-masing harus bersiap-siap untuk bekerja. Setelah shalat dzuhur, saya pun berangkat kerja. Hari ini, saya mengajar hanya tiga sesi, namun lokasi belajarnya cukup jauh dari tempat tinggal saya. Alhamdulillah, rasa lelah pun hilang sudah setelah bertemu dengan para siswa. Proses pembelajaran kami hampir sempurna. Sungguh sangat menyenangkan bagi pengajar seperti saya jika belajar bersama siswa dalam keadaan santai, sesekali tertawa bersama, dan mereka bisa memahami apa yang saya sampaikan. Saya tidak bisa tidak bilang, “I really love you, kids..”🙂

Sepulang kerja, saya dan rekan kerja lain yang juga satu tempat kost dengan saya berencana untuk makan malam bersama di luar. Mampirlah kami ke sebuah mall. Di dalamnya, tepatnya di lantai paling atas, tanpa sengaja, kami menemukan pintu masuk menuju bioskop. Tiba-tiba muncul ide untuk nonton film malam itu juga. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya kami memilih untuk menonton film dalam negeri: HABIBIE DAN AINUN.

Setelah selesai makan malam dan shalat isya, kami memasuki ruangan menonton pukul 19.45. Anyway, ini pertama kalinya dalam hidup saya, menonton film di bioskop malam hari. Cukup menegangkan, namun sekaligus menyenangkan buat saya.🙂

Film diputar tepat pukul delapan malam, selesai pukul 21.51. Hampir pukul sepuluh malam. Filmnya bagus, berhasil membuat semua perasaan saya muncul: senang, sedih, sakit hati, dan bangga. Ya, saya mendadak nge-fans dengan sosok Habibie, seorang pria yang jenius, pekerja keras, percaya diri, sederhana, nasionalis, penyayang, setia, dan romantis. Juga sosok Ainun, seorang wanita yang cantik, lembut, penyayang, setia, kuat, dan sangat sabar. Banyak hal positif yang saya tangkap dari film ini. 🙂

Pukul 00.00…

Sudah berganti hari. Angin tak bertiup kencang lagi. Hujan pun sudah lelah setelah seharian beraksi. Tetapi saya masih saja betah menulis. Namun, saya tidak boleh egois. Tubuh ini butuh istirahat. It’s time to go to sleep. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Aamiin..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s