Belajar Dari Farhan

studying-cartoon
Sumber Gambar

“Bu!” Seseorang berteriak memaggil saya dari arah belakang. Saya, yang saat itu menggendong tas di pundak dengan kedua tangan menjinjing kantung plastik belanjaan berwarna putih, memperlambat langkah kaki sambil memutar wajah ke arah sumber suara. Ah, anak itu rupanya. Saya pun membalas sapaannya, “Hey!”

“Ngeborong ya, Bu?” Suasana malam membuat saya sedikit kesulitan melihat ekspresi wajahnya. Namun saya yakin dia sedang tersenyum ramah pada saya. “Iya, nih!” Saya membalas senyumannya meski tak yakin ia dapat melihatnya dengan jelas. Saya pun melanjutkan perjalanan saya menuju kost-an.

Setibanya di kamar, saya letakkan seluruh barang bawaan yang sedari tadi sangat memaksa seluruh otot tubuh saya bekerja. Ketika beristirahat sejenak melepas lelah, saya teringat kembali pada pertemuan singkat tadi, siapa dia, dan bagaimana saya bisa mengenalnya.

Ialah Farhan (bukan nama asli), seorang remaja putra yang kini duduk di bangku SMK. Remaja yang (tentu saja) lebih tinggi dari saya ini berwajah periang dengan mata yang sedikit sipit, serta berkulit putih. Ia ada di salah satu lokasi tempat saya mengajar. Bukan sebagai siswa, melainkan Office Boy (OB).

Awalnya, saya tidak begitu memperhatikan ketika ia keluar-masuk ruang pengajar sambil membawa ember berisi piring dan gelas kotor, lalu kembali dengan piring dan gelas sudah dalam kondisi bersih dan siap pakai kembali. Namun, melihat parasnya yang terlihat masih sangat muda, saya jadi penasaran berapa usianya.

Belakangan saya tahu bahwa Farhan masih kelas 11 (atau setara dengan kelas 2 SMA). Jadi, usianya sekitar 16-18 tahun. Bekerja, namun sekolah juga tetap ia jalani. Pertanyaan selanjutnya adalah, untuk apa ia bekerja? Apakah sedang mencari pengalaman atau memang karena ia membutuhkan uang agar bisa terus sekolah? Rekan kerja ada yang memberitahu saya bahwa keadaan ekonomi keluarga Farhan tergolong lemah. Jadi, ia membutuhkan pekerjaan untuk kebutuhan sekolahnya.

Ah, apapun alasannya, tidak ada yang buruk dalam penilaian saya. Mencari pengalaman untuk mendiri, bagus. Berjuang untuk bisa terus sekolah pun bagus. Dan saya sangat salut dengan usahanya itu. Bagaimana tidak? Menurut saya, tidak mudah bagi remaja seusianya untuk bekerja menjadi OB di tempat bimbingan belajar yang memungkinkan ia bertemu dengan teman-temannya atau siapa saja yang kenal dengannya. Ia menyapu dan mengepel semua ruangan dengan bersih, mencuci piring, mengelap kaca, dan pekerjaan lainnya. Hebat!😀

Jadwal sekolah dan pekerjaannya tidak bentrok sama sekali. Ia bersekolah dari pagi hingga siang, dan bekerja dari siang hingga malam. Pertanyaan lain yang muncul di benak saya, kapan ia belajar di luar jam sekolahnya? Ternyata pertanyaan saya ini sedikit terjawab dari apa yang saya perhatikan selanjutnya.

Suatu hari saya memberikan layanan konsultasi belajar pada siswa kelas 11 SMA di lobi, di mana siapa pun yang ada di ruangan itu bisa menyaksikan proses pembelajaran kami, tak terkecuali OB. Ketika saya sedang mengajar, saya diam-diam melihat dari ujung mata saya: Farhan memperhatikan penjelasan saya dengan posisi berdiri di dekat tangga yang menuju lantai dua.

Setelah pembelajaran selesai, Farhan mengajak saya untuk berdiskusi. Ia menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti dari penjelasan saya tadi. Sungguh, saya sangat kagum dengan rasa keingintahuannya, kemauannya yang keras, ketekunan, dan keberaniannya.

Mungkin saya memang tidak berkesempatan untuk mengajar di tempat terpencil, di mana di sana banyak sekali anak-anak yang membutuhkan sosok seorang guru. Tetapi perbuatan baik tidak harus diberikan di tempat yang jauh, bukan? Bisa jadi di dekat kita pun masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita.

Farhan. Mungkin kamu adalah kesempatan itu. Izinkanlah saya untuk menjadi ‘teman belajar matematika’ di usia sekolahmu.🙂

Alhamdulillah… Terima kasih, Allah…🙂
Terima kasih telah mempertemukan saya dengan sosok Farhan yang gigih. Saya banyak belajar darinya.🙂

2 thoughts on “Belajar Dari Farhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s