Permintaan Unik dari Siswa

nic3b1os-cartoon
Sumber Gambar

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di hari Senin, saya mendapatkan jadwal mengajar untuk hari Selasa yang sedikit berbeda dengan jadwal minggu-minggu sebelumnya. Biasanya, hari Selasa saya hanya mengajar kelas 4 SD, 10 SMA, dan 11 SMA IPA. Tetapi, kali ini ada tambahan lain, yaitu kelas 5 SD. Saya pernah mengajar kelas ini, tapi itu beberapa bulan yang lalu. Saya pun tidak yakin apakah mereka masih ingat saya atau tidak.

Keesokan harinya, kegiatan mengajar saya dimulai di kelas 4 SD. Seperti biasa, mereka selalu menyambut saya dengan teriakan khas mereka. Setelah mengucapkan salam sambil membuka pintu kelas, mata mereka serempak memandang ke arah saya, lalu berteriak, “YEEEEEEEEEE!!!!!!” sambil mengangkat-ngangkat kedua tangan mereka tinggi-tinggi. Bahkan beberapa dari mereka ada yang sambil loncat-loncat. Lucunya. ^^

Setelah mengajar kelas 4 SD, barulah saya mengajar kelas 5 SD. Saya membuka pintu kelas, dan…, “Yeee! Kakak!” Beberapa siswa ada yang bersorak menyambut kehadiran saya.

“Sebentar…” saya menenangkan mereka terlebih dahulu sebelum bertanya, “Emangnya kalian masih ingat sama kakak?” Saya penasaran dengan makna sorak sorai mereka.

“Masih, lah, Kak! Kakak imut!” Aduh… Pipi saya mendadak hangat mendengar pernyataan itu. Ternyata mereka masih ingat bagaimana saya memperkenalkan diri saat pertama kali bertemu di kelas beberapa bulan lalu. Waktu itu, saya menulisakan nama saya di papan tulis. Lalu saya katakan bahwa ‘Dini’ itu artinya kecil, dan kecil itu biasanya imut-imut. Mereka semua tertawa mendengarkan penjelasan saya. Memang sedikit memaksa dan narsis, tetapi terbukti ampuh membuat siswa ingat siapa saya. Hahahahahaaa…πŸ˜€

Setelah proses pembelajaran di kelas selesai, saya menutupnya dengan salam. Lalu para siswa “menyerbu” tangan kanan saya untuk mereka salami. Mereka saling berebutan, hingga saya merasa tangan saya ditarik ke sana ke mari. Di sela-sela kesibukan itu, saya melihat satu siswa perempuan yang tidak ikut berebut tangan. Ia menunggu di belakang teman-temannya yang lain.Β  Setelah antrian habis, barulah ia mendekat dan meraih tangan saya dan menempelkannya sejenak di keningnya yang hangat. Saya pikir, setelah itu ia akan melepasnya. Ternyata tidak. Tangan saya masih digenggamnya sambil diayun-ayunkan ke kanan dan ke kiri.

“Kaaaak… Boleh, nggak-” Anak itu bertanya dengan nada yang manja. Namun, sebelum ia menyelesaikan pertanyaannya, saya menggodanya dengan berkata, “Nggak,” sambil tersenyum.

“Iiiiihh… Aku belum bilang, kakaaaak!” Nada manjanya semakin menjadi, membuat saya semakin gemas saja.

“Boleh apa?” Saya penasaran dengan apa yang diinginkannya.

“Boleh, nggak, aku cubit pipi kakak sekaliiii…aja?”

Haaa?? Ini pertama kalinya dalam hidup saya: ada siswa yang meminta izin untuk mencubit pipi saya. Ada apa ya dengan pipi saya? Hihihi…πŸ˜€

Belum sempat saya menjawab, anak itu mengarahkan jemarinya ke pipi saya, lalu ia mencubitnya dengan lembut sambil berteriak kegirangan. Setelah itu, tanpa pamit, dan masih berteriak kegirangan, anak itu pun meninggalkan kelas dengan setengah berlari. Saya dibiarkannya sendiri di dalam kelas, termangu dengan sikapnya yang lucu. ^^

6 thoughts on “Permintaan Unik dari Siswa

  1. xixi..lucu..
    Share dunk tipsna mengambil hati peserta didikna..hehe..bwt modal ke depan lo di beri ksempatan bwt ngajar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s