Kapan-kapan

cartoon_of_a_stick_figure_asian_girl_welcoming_with_her_arms_out_0515-1001-2620-2509_SMU
Sumber Gambar

Hari ini, sepulang kerja, saya menemukan hal yang unik dan lucu di dalam angkot. Seorang anak balita duduk di sebelah kanan saya, sedangkan ibunya duduk tepat di depan saya. Anak yang berkulit putih dan berbadan gemuk ini amat menggemaskan, sehingga mata saya sulit berpaling darinya. Pipinya yang tembem alias cabi membuat tangan saya geregetan, ingin sekali saya memegangnya. Lucu.😀

Jalanan Jakarta Timur di sekitar Kramatjati di malam minggu  ini sangat padat. Perbaikan jalan menambah kemacetan semakin menjadi. Saat angkot berada di depan sebuah supermarket ternama di Jakarta, anak perempuan yang menggemaskan ini mulai berceloteh pada ibunya.

Anak : Maaaa… Kapan-kapan kita masuk ke situ ya, Ma!
Ibu       : Ke situ mau ngapain?
Anak : Yaa… mau liat-liat aja! Ya, Ma, ya!
Ibu       : Iyaaa..
Anak : Apa, Ma?? (ia tidak mendengar jawaban ibunya dengan jelas)
Ibu       : IYAA.. (sang ibu memperkeras suaranya)
Anak : Asyiiiik! Kapan, Ma?
Ibu       : Masih lama.
Anak : (terlihat kecewa)

Angkot berjalan begitu lambat. Sebentar maju, sebentar berhenti, sebentar maju lagi, sebentar berhenti lagi. Di tengah kemacetan, sang anak terlihat sedang berpikir dan langsung mengutarakan hasil pikirannya pada sang ibu.

Anak : Ma, kita ke toko mainan, yuk!
Ibu     : Nggak, ah! Udah malem.
Anak : Malem kan tokonya bukaaa..
Ibu     : Nggak! Mama ga mau.
Anak : Yaa.. Mama.. Jadi kapan-kapan aja?
Ibu     : Iya.
Anak : Hari apa, Ma?
Ibu     : Ya, pokoknya nanti.. Udah, ah. Kamu dari tadi minta ini itu mulu. Nanti mama turun, loh. Mama pusing.

Anak itu tampak tidak mendengarkan ancaman ibunya. Saat angkot melewati toko-toko elektronik, ia kembali berceloteh.

Anak : Ma!! Itu banyak AC, Ma!!
Ibu     : (cuek)
Anak : Maaaa!! Itu liat banyak AC!! (ga mau nyerah)
Ibu     : (masih cuek)
Anak : Ma! Kapan-kapan kita beli AC, ya!!
Ibu     : (cuek banget)

Merasa bosan, sang anak pindah tempat duduk jadi di samping ibunya. Matanya melihat ke luar jendela, menyapu segala hal yang terlihat, hingga ia melihat gerobak penjual buah-buahan.

Anak : Maaaaa… Semangka, Ma!! Aku mau semangkaaa!!
Ibu     : Iya, kapan-kapan aja!

Setelah melewati pasar dan area jalan yang sedang diperbaiki, angkot pun dapat kembali berlari kencang. Tak terasa, saya sudah tiba di tempat yang saya tuju. Saya pun turun dari angkot. Terimakasih, adik kecil, sudah menghibur kakak selama berada dalam kemacetan lalu lintas yang bisa saja memancing emosi kakak. Semoga kau tumbuh menjadi anak yang shalehah, cerdas, berbakti pada orang tua, dan berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Aamiin..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s