Disemprot Siswa

angry_haruhi_by_toajahli-d4hstde
Sumber Gambar

Awalnya, saya berniat untuk bekerja di Jakarta satu tahun saja. Selebihnya saya ingin bekerja di Bandung. Tetapi, kenyataannya, sekarang saya sudah menginjak tahun ketiga bekerja di ibu kota. Entah apa yang membuat saya betah bekerja di sini. Saya hanya menikmatinya dan mungkin saya sudah jatuh cinta dengan pekerjaan saya.šŸ™‚

“Kamu betah karena nggak pernah dapet masalah sama siswa, kali…”

Siapa bilang? Saya pernah, kok, “disemprot” sama siswa gara-gara kecerobohan saya. Begini ceritanya..

Waktu itu masih di tahun pertama saya mengajar di tempat saya bekerja. Saya masih sangat ingat, hari itu adalah hari Senin siang. Saya mengajar di kelas 9 SMP. Materi yang saya ajarkan yaitu Statistika, yang terdiri dari Mean, Median, dan Modus. Seperti biasa, saya mengajar dengan antusias dan meyakinkan. Para siswa pun memperhatikan dengan seksama. Tidak ada masalah sampai jam pelajaran Matematika berakhir.

Setelah mereka semua pulang, saya baru menyadari bahwa saya telah menyampaikan konsep yang salah tentang mencari median dari data yang berjumlah genap. Baiklah, saya putuskan untuk memberitahukan pada mereka di pertemuan yang akan datang, tepatnya hari Senin depan.

Senin selanjutnya pun tiba. Sebelumnya saya meminta maaf pada mereka karena telah menyampaikan konsep yang salah di minggu lalu. Setelah saya selesai mengklarifikasi konsep, saya melihat anggukan dari para siswa, kecuali satu orang siswa bernama Stevan (bukan nama asli). Ia berbicara dengan suara yang keras, mengalahkan suara bising belasan temannya di kelas. Sesekali bibirnya menyunggingkan senyum tak tulus. Dan nada bicaranya sangat memojokkan saya.

“YAAAAHH!! GARA-GARA KAKAK, NIH, NILAI ULANGAN SAYA CUMA DAPET 85!!! TADINYA SAYA JUGA RAGU, KENAPA CARA KAKAK BISA BEDA SAMA CARA GURU SAYA DI SEKOLAH!! SAYA TERLANJUR PERCAYA SIH SAMA KAKAK! AAAH!! COBA KALAU SAYA NGGAK NGIKUTIN CARA KAKAK, SAYA PASTI DAPET NILAI 100!!”

Jlebbb!!

Kata-kata yang dilontarkan Stevan berhasil menusuk hati saya hingga ke bagian terkecil yang terdalam. Sakit.šŸ˜¦

Awalnya saya tidak terima diperlakukan seperti ini. Dalam hati saya, “Nih anak nggak diajarin sopan santun kali ya sama orang tuanya?!” Namun, setelah saya pikir ulang, bukan ini akar permasalahannya. Tetap saja saya yang salah. Saya, yang minggu lalu tidak mempersiapkan konsep dengan baik, telah membuatnya kecewa dan berdampak buruk pada nilainya yang–menurutnya–kurang sempurna. Ya, saya yang salah.

“Maafin kakak ya, Van. Kakak tau, kakak salah. Biar ini jadi pelajaran buat kakak ke depannya.” Apa lagi yang bisa saya katakan selain kata ‘maaf’, meski kata tersebut–saat itu–belum sanggup menghentikan perilaku uring-uringannya di kelas.

Siswa lain ikut menimpali perkataan Stevan, “Ya udah, lah, Van! Kakak kan manusia juga, kadang bisa salah. Lagian kan kakaknya juga udah minta maaf sama Lo!” Siswa lain mengiyakan perkataan siswa tersebut. Saya hanya menarik napas dan membuangnya dengan sesak.

Sejak saat itu, saya selalu berhati-hati dalam menyampaikan materi pada siswa. Jika saya menemukan kesalahan, saya harus segera memperbaikinya saat itu juga, jangan ditunda-tunda sampai pertemuan berikutnya. Ya, saya belajar dari kesalahan.šŸ™‚

Hubungan saya dengan Stevan, alhamdulillah, baik-baik saja. Justru kejadian itu membuat kami jadi sering bertukar pikiran.šŸ™‚

Saya bersyukur telah mengalami kejadian ini, sehingga saya bisa belajar untuk meningkatkan kualitas mengajar saya di kelas. Selain itu, mental saya dalam menghadapi siswa pun sedikit demi sedikit menjadi lebih kuat. Namun, saya merasa bersyukur bukan berarti ingin merasakan “semprotan” itu lagi, ya. Cukup sekali saja.šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s