“Terima Kasih”

15840661-thank-you-blackboard-sign-thank-you-written-with-chalk-on-black-chalkboard
Sumber Gambar

Suatu hari Tante Vivin mengunjungi rumah Priza. Saat tiba di rumah bercat biru itu, Tante Vivin segera menyapa Priza yang sedang asyik bermain robot-robotan di teras rumahnya.

Tante Vivin : Assalamualaikum, Prizaaaa! ^^
Priza : Waalaikumussalam, Tante! Tante bawa apa itu?
Tante Vivin : Lihat, Tante bawa mainan buat Priza.πŸ™‚
Priza : Waaaaah!! Mobil-mobilan!! Makasih, Tante!πŸ˜€
Tante Vivin : Sama-sama, sayang. Priza suka?πŸ™‚
Priza : Iya!! Mobilnya bagus!πŸ˜€

Percakapan sederhana di atas pasti sering kita temui di dalam kehidupan sehari-hari kita, bukan? Ucapan terima kasih yang diucapkan oleh Priza pada tantenya adalah ucapan ringan yang sangat terpuji. Begitu pun dengan percakapan lain di bawah ini.

Rendi datang menjenguk Adik sepupunya, Agung, yang sedang dirawat di Rumah Sakit karena suatu penyakit yang dideritanya.

Rendi : Gimana kondisi Lo, Gung? Udah baikan?
Agung : Lumayan, Bang. Tinggal pusingnya aja.
Rendi : Sorry ya, Gung, gue nggak sempet beli apa-apa buat Lo. Jadi, gue ngasih mentahannya aja, ya.
Agung : Ya, ampun, Bang, jangan..
Rendi : Nggak apa-apa.. Ambil aja..
Agung : Jangan, Bang.. Jangan sedikit maksudnya..πŸ˜€
Rendi : Yeee.. Dasar bocah! Lagi sakit masih sempet aja bercanda!πŸ˜€
Agung : Hehehe.. Thank’s ya, Bang. Makasih banyak juga udah mau nengokin gue.
Rendi : Iya, sama-sama. Cepet sembuh, ya, Gung.
Agung : Aamiin..πŸ™‚

Entah sejak kapan ucapan ‘terima kasih’ ini muncul di muka bumi. Kata yang enak didengar, nyaman di hati, dan mampu membuat bibir membentuk seulas senyum, baik saat mengucapkannya maupun saat menerima ucapan tersebut.

Kapan dan pada siapakah kita mengucapkan terima kasih?

Secara garis besar, ucapan terima kasih kita ucapkan pada siapapun yang telah memberikan sesuatu, baik berupa bantuan, barang, maupun segala sesuatu yang kita butuhkan. Sekecil apapun bantuan tersebut, seringan apapun barang yang kita terima, ucapkanlah terima kasih pada yang telah memberikan. Tidak. Bukan hanya itu. Bahkan disaat kita hendak menolak tawaran dari orang lain pun kita ucapkan, “Tidak, terima kasih.”πŸ™‚

Lalu bagaimana jika ada saudara atau tetangga yang datang ke rumah untuk mengantarkan makanan yang tidak kita sukai? Kita tahu bahwa makanan itu nantinya hanya akan memenuhi meja makan dan tidak akan ada yang memakannya. Tetap sambutlah ia dengan senyuman. Terimalah pemberiannya dengan wajah menyenangkan. Tunjukkan padanya bahwa betapa kita sangat gembira menerimanya. Jangan lupa ucapkan terima kasih padanya.πŸ™‚

Sebelum berangkat sekolah atau kerja, ucapkan terima kasih pada ibu yang sudah menyiapkan sarapan pagi untuk kita. Ucapkan terima kasih pada ayah yang sudah mengantar kita. Di sekolah atau di tempat bimbingan belajar, ucapkan terima kasih pada guru yang sudah berbagi ilmu. Di perjalanan, ucapkan terima kasih pada supir angkot, supir bis, tukang ojeg, tukang becak yang telah mengantarkan kita hingga selamat sampai tujuan. Ucapkan terima kasih pula pada seluruh anggota tim yang sudah mau bekerja sama selama acara berlangsung. Terima kasih kita ucapkan juga pada penjaga warung atau kasir super market yang telah melayani kita. Hanya itu? Tidak. Masih banyak lagi hal lain yang tentunya tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini.πŸ™‚

Mengapa kita harus mengucapkan terima kasih?

Ucapan terima kasih adalah sebagai bentuk syukur dan pengungkapan rasa senang terhadap pemberian seseorang. Namun, ada hal yang lebih utama dari ucapan ini. Dengan mengucapkan terima kasih, kita tidak hanya membuat hubungan sosial yang baik, tetapi juga hubungan personal kita dengan Allah–insyaAllah–akan baik juga.

Satu hal yang perlu diingat baik-baik: ucapan terima kasih adalah salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kita kepada Yang Maha Memberi, yaitu Allah Swt.

Dan Allah Swt telah berfirman dalam Alquran :

β€œDan (ingatlah juga) ketika Tuhanmu memaklumkan, β€˜Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim: 7)

Mari kita posisikan diri kita sebagai yang memberi. Bagaimana perasaan kita saat orang yang kita beri mengucapkan terima kasih dengan wajah bahagia atas apa yang kita beri? Tentu kita akan senang, bukan? Ya, kita merasa senang karena sudah membuat orang lain senang. Bahkan–mungkin–kita berencana untuk memberinya lagi lain waktu.πŸ™‚

Bagaimana jika Si Dia tidak berterima kasih pada kita?

Tidak masalah. Tetapi, jika hati merasa tidak enak dan spontan membisikkan, “Nggak tau terima kasih banget sih ni orang,” stop sampai di situ saja. Jangan diperpanjang dan dibesar-besarkan. Cukup jadikan pelajaran bagi kita. Pelajarannya apa? Pertama, kita tahu bahwa tidak semua orang memahami pentingnya berterima kasih, maka ajarkanlah hal tersebut pada anak-anak kita dengan baik. Kedua, mungkin Allah sedang menguji kesabaran kita. Teorinya kan kita tidak boleh mengharapkan imbalan sekecil apapun–meski hanya ucapan terima kasih. Ketiga, ya supaya kita tidak melakukan hal itu pada orang lain.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s