Kakak Baik

Mengajari siswa kelas 4 SD itu tidak bisa serius, apalagi di tempat bimbingan belajar. Dunia mereka masih dunia bermain. Keseriusan hanya akan membuat mereka tegang yang akhirnya berakibat pada sulitnya mereka dalam memahami materi. Cukuplah mereka belajar formal di sekolah. Di tempat bimbingan belajar hendaknya mereka diberi sedikit kebebasan dan keceriaan dalam belajar di kelas. Oleh karena itu, tidak jarang saya bermain bersama mereka di dalam kelas (diutamakan permainan yang berhubungan dengan matematika), memberikan tips menggambar (menggambar pohon, rumah, gunung, dan lain-lain), bernyanyi, bahkan bercerita. Pokoknya, di hadapan mereka, saya sangat ekspresif. Tidak terpikirkan rasa malu jika wajah ini berekspresi yang aneh-aneh atau tubuh ini bergerak-gerak dengan lebay.😀

Suatu waktu, saya mengajar di salah satu kelas 4 SD. Karena ini akhir semester, maka semua materi sudah disampaikan. Sekarang tinggal memperbanyak latihan soal. Saya meminta mereka untuk mengerjakan soal-soal penjumlahan dan pengurangan bilangan desimal. Saat mereka berkonsentrasi pada pekerjaan mereka masing-masing, saya pun berinisiatif untuk bergabung bersama mereka. Ya barangkali saja ada yang butuh bantuan saya dan mereka tidak perlu membawa buku mereka ke meja guru untuk bertanya. Biarlah saya yang aktif menghampiri mereka yang membutuhkan saya. Semoga dengan begini pembelajaran mereka menjadi lebih menyenangkan.

duduk bersama

Saya melayani pertanyaan mereka satu per satu, bahkan mungkin hanya sekedar meyakinkan siswa yang ragu apakah pekerjaan mereka sudah benar atau masih ada yang salah. Ketika itu, seorang siswa bernama Dinda angkat bicara soal situasi belajar yang sedang ia rasakan. Berikut percakapan kami.

Dinda : Kakak kok baik banget orangnya?

Saya : Hmm? Baik gimana maksudnya?

Dinda : Soalnya kakak mau duduk barengan sama kita. Kalau guru-guru yang lain duduknya suka di situ (sambil menunjuk ke arah kursi dan meja guru di depan kelas).

Saya : Ooh.. (saya terdiam)

Dinda : kalau belajarnya kayak gini enak, Kak. Saya jadi ngerti. Dari dulu saya belajar tentang ini nggak ngerti-ngerti. Sekarang saya ngerti.🙂

Saya : Yeeeee… Alhamdulillah kalau kamu udah ngerti. Tos dulu, dong!😀

Sejenak saya berpikir, ini adalah petunjuk. Hal kecil yang saya lakukan ini ternyata berarti sangat besar bagi siswa. Duduk bersama mereka, mendampingi mereka belajar, menjawab setiap pertanyaan mereka, telah membuat mereka merasa nyaman. Dan kenyamanan tersebut memberi ruang pada siswa untuk memahami materi dengan lebih menyenangkan. Ya, mereka membutuhkan ini. Mereka butuh kenyamanan dalam belajar. Mereka butuh perhatian yang nyata dari gurunya. Duduk bersama mereka dengan menggunakan kursi yang sama akan membuat hubungan guru dan siswa menjadi lebih friendly. That’s fun! Sedangkan jika guru terus-menerus duduk di kursi guru, itu hanya akan membuat tebing tinggi yang menyulitkan siswa untuk menggapai perhatian gurunya. So, sesekali bergabunglah bersama mereka. Dekati mereka, karena mereka ingin kita dekati.🙂

Terima kasih untuk pernyataan ini, Dinda. Isi hati yang kau ungkapkan ini membuat kakak belajar bagaimana menghadapi siswa seusiamu. Sukses ya, sayang. Jadilah anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s