Ketika Senang dan Sedih Bertemu di Satu Waktu

Semua berawal dari mimpi. Mimpi kami berdua. 🙂

Semenjak status persahabatan kami berubah menjadi “sahabat tapi nikah”, kami tinggal di Jakarta karena memang sama-sama bekerja di Jakarta. Saat itu, kami bermimpi untuk kembali ke kampung halaman kami, yaitu Bandung, suatu saat nanti. Entah kapan. Tetapi, kami berharap bahwa impian tersebut bisa tercapai sebelum kami mempunyai anak.

Dengan pekerjaan kami yang begitu padat, ditambah lagi kantor suami yang jelas-jelas tidak ada cabangnya di Bandung, membuat kami sedikit pesimis untuk mewujudkannya. Bisakah? Mungkinkah? Kapan? Pertanyaan itu terus menghantui kami. Membeli rumah juga tidak mudah. Harganya yang sangat tinggi lagi-lagi menambah kegelisahan kami. Apakah impian kami bisa terwujud? Atau semua ini hanya sebatas impian?

Dua tahun lebih sudah kami menghirup udara Jakarta. Entah bagaimana, rasanya kami semakin tidak betah tinggal di sini. Kerinduan kami pada Bandung justru semakin menjadi. Setiap kali kami pulang ke Bandung untuk mengunjungi orang tua kami, keinginan kami untuk tinggal di Bandung semakin kuat. Kami terus bekerja keras, tak lepas dari doa, dan tetap berharap. Yakin bahwa kami punya Allah Swt Yang Maha Kaya, dan tak seorang pun dapat menghalangi jika Allah sudah berkehendak.

And guess what? Alhamdulillaah, dengan Kuasa Allah, semua yang kami anggap tidak mungkin menjadi sangat mungkin. Allah bukakan jalan untuk kami kembali ke kampung halaman. Ya, sebentar lagi impian kami akan terwujud, InsyaAllaah. Kami akan segera pindah ke Bandung, mengisi rumah sederhana kami. Memulai babak baru, rutinitas baru, semangat baru, dengan suasana baru. Cukup 3,5 tahun saja kami tinggal di Jakarta. Kami sangat bersyukur bisa kembali tinggal dekat dengan orang tua kami, di tempat kelahiran kami, tempat kami dibesarkan hingga disatukan dengan pernikahan. Asli, saya terharu banget.. :’)

Namun, saya juga sedih..

Kami akan pindah ke Bandung pada pertengahan tahun ajaran 2017-2018. Berat rasanya ketika saya harus meninggalkan siswa-siswa. Sedih rasanya tidak bisa menemani mereka hingga tahun ajaran berakhir. Hati ini sepertinya sudah terikat dengan mereka. Mereka sudah seperti adik sendiri. Kehangatan kami saat di kelas hanya tinggal beberapa pertemuan lagi saja. Saya akan sangat merindukan mereka. 😥

Maafkan kakak, adik-adik sayang.. Kakak tidak bermaksud buruk sedikitpun. Biarkan kakak menggapai impian kakak, ya. Kakak pasti doakan yang terbaik untuk kesuksesan kalian. Jangan lupakan kakak. Selamanya kalian adalah adik kakak. Sapa kakak di manapun kalian lihat kakak. Bandung-Jakarta nggak jauh, kok. InsyaAllaah, semoga setelah kakak tinggal di bandung nanti, kita masih dipertemukan oleh Allah, ya. Kakak sayang kalian. Teruslah belajar dengan semangat, teruslah bermimpi, berusaha, dan berdoa. Allah mendengar doa kita. Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Gapailah mimpi kalian, buatlah orang tua kalian bangga. 🙂

Saya tau, saya masih bisa bertemu dengan mereka melalui media sosial. Tetapi, pasti rasanya akan berbeda jika dibandingkan dengan bertemu mereka secara langsung. But, life is choice. Terkadang ada yang harus kita lepas untuk mewujudkan impian kita. Dan itu bukanlah hal yang buruk. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Saya yakin, suatu saat para siswa pun akan mengerti. 🙂

Bismillaah.. Saya mohon doa dari teman-teman semua agar rencana kepindahan kami berjalan dengan lancar. Terima kasih. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s