Berteman Dengan Kematian

Sumber Gambar

Judul         : Berteman Dengan Kematian: Catatan Gadis Lupus
Penulis       : Sinta Ridwan
Penerbit     : Penerbit Ombak

Tak pernah ia duga sebelumnya jika lupus mengunjungi tubuhnya! Tak kalah dengan HIV/AIDS, penyakit ini belum ada obatnya. Lupus membuat tubuhnya melemah dari hari ke hari. Saat mengetahui dirinya mengidap lupus, yang terbayang di benaknya adalah kematian yang terus tersenyum dan seakan melambaikan tangan di depan.

Baginya kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, tetapi serupa teman akrab yang diajaknya berbincang dan berteman sehari-hari.

Justru pada saat itu, Sinta—yang berasal dari keluarga broken home dan membiayai hidup dan kuliahnya sendiri selepas SMU—mampu memberikan makna lebih pada hidupnya. Ia menemukan kekasihnya, menanggung biaya kuliah adiknya, dan memberikan senyum dan semangat pada orang-orang di sekitarnya, terutama penderita seperti dirinya: bahwa hidup harus disyukuri, bahwa hidup harus dihidupi. Sebab pada akhirnya, menghidupi hidup adalah obat sesungguhnya dari setiap makhluk di dunia.

Inilah sebuah memoar pribadi, kisah inspiratif dan mengharu biru yang tak boleh dilewatkan oleh siapa saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s